MERPATI HITAM DAN MAWAR HITAM
Arsa
Namaku tertera di selembar kertas
editan editor terprofesional di Solo. Kertas yang sudah tersilet-silet oleh
tajamnya angin dan jailnya tangan manusia. Kumuh , kotor, robek, jelek, tapi
aku tak pernah bosan melihatnya setiap hari.Fotoku terpapar disitu. Wajah yang
imut itu mengingatkanku pada aku yang dulu. Aku yang polos dan lugu, aku yang
tak berani berkata apa-apa saat aku dimarah ibuku. Aku yang senang saat
matahari mulai muncul. Dan rajin berangkat ke sekolah untuk segera belajar dan
bermain dengan teman-teman. Aku yang tak pernah lupa mengingatkan ibu , nenek
,dan kakek untuk solat. Saat aku mulai mengingat semua kenangan indah itu , dan
aku mulai terjerumus dalam akan khayalanku , aku tersadar bahwa aku sedang tak
bersama mereka, semua itu hanyalah masa lalu yang indah. Aku tak tahu harus
berbicara pada siapa , rasanya ingin ku ungkapkan rasa bersalahku ini pada
keluargaku , tapi sekarang aku sebatang kara, tak bisa apa-apa.

“Rasyit , kau ini tak bisa apa sehari
saja tak memandang poster wanted itu..?? Kerja Rasyit, kerja...mau makan apa
kau jika tak mengeluarkan suara dalammu itu,...hey, lihat ke arah sana,
perumahan idaman bro, buruan..!” Kaget teman Rasyit saat dia sedang memandangi
poster itu. Dia sekarang hanya tinggal bersama temannya Jono, mereka mencari
uang dengan cara mengamen di jalanan dan di perumahan-perumahan pinggir kota.
Jono sering mengajak Rasyit datang ke perumahan Cermai , karna katanya itu
adalah perumahan idamannya. Rasyit hanya
nurut dan ikut saja apa kata Jono saat itu.
“Capek bro, kita duduk sini dulu.”ajak Jono
setelah lelah memutari perumahan idamannya itu.“Aku masih cinta, aku masih
sayang walau kau sakiti hatiku,oohooo aku masih cinta,dan aku masih sayang
walau kau sakiti hatiku,sakiti hatiku...” genjrengan gitar tua yang merdu
ditambah suara khas yang menggugah hati untuk mendengarkannya itu dimiliki oleh
Rasyit.
Rasyit dulu adalah seorang anak
laki-laki yang dilahirkan oleh seorang gadis bernama Julaikah. Julaikah adalah
anak yang berparas cantik, dia adalah kembang desa di kampungnya. Dia lulusan
dari SMA Tanah Putih Surabaya. Orangtuanya melarangnya untuk pacaran karna bagi
orangtuanya usia Julaikah masih usia mudadan labil. Tetapi Jul masih bisa
berbohong pada orangtuanya tentang pacaran. Harno, pacarnya, suatu hari mengajak
Julaikah menonton bioskop sambil merayakan kelulusan mereka.
“Jul, nanti aku jemput ya.” Ajak
Harno. “Mau kemana Har?” jawab Julaikah sambil mengerutkan alis tebalnya itu.
“Mau ada acara pesta di Bioskop kota
Jul, banyak teman lulusan SMA tahun ini yang ikut, ayolah Jul , kau ikut
partisipasi dalam acara ini. Datanglah bersama kakang masmu ini.”bujuk Harno.
“ Maaf mas Har , bukannya aku menolak
ajakanmu, tapi aku takut sama bapak mas, bapak tidak pernah memperbolehkan aku
keluar malam.”jelas Julaikah. “Masalah bapak gampang, nanti malam biar kang mas
yang meminta izin kepada bapakmu, jadi kamu siap-siap saja ya, dandan secantik
mungkin.”rayu Harno lagi. “Ah, mas ini untuk apa aku berdandan cantik-cantik
jika nantinya bapak tak mengizinkanku untuk pergi.”kata Julaikah. “ Kamu ini
harus positif thinking dong Jul, pasti boleh, lagipula kau ini kan sudah besar
dan sudah lulus, pasti boleh.Percaya sama kakang, ya..”nasehat Harno. “Baiklah
mas, coba nanti saya bicarakan sama bapak. Jangan jemput malam-malam ya
mas..”pinta Jul.“Siap tuan putriku...sampai jumpa nanti sore jam 5 ya.,aku
pasti menjemputmu.”rayuan gombal Harno meletus bak gunung merapi yang
mengeluarkan magma dahsyatnya.
Jul yang polos itu langsung tersipu
mendengar rayuan Har. Mereka lalu berpisah dan kembali ke rumah mereka
masing-masing.
Sore itu Harno berdandan rapi memakai
parfum kembang 7 rupa , wanginya sampai tercium hingga depan rumah. “ Bau apa
ini , Harnooo , Harnoo ibumu pulang ini..woiii Harno , gemblung, sini sekarang
aku takut ibumu pulang ini , pasti dia marah jika melihatku membawa botol
alkohol ini , dan pasti dia akan pergi lagi jika dia mencium bauku dengan bau
alkohol...Harnoo kesinii.......!!!”teriakan takut dan rasa cemas ayah Harno itu
terus berkumandang saat Harno masih di dalam kamar. “Ahh, bapak ini berisik
sekali sih, siapa yang pulang,heee siapa? Ibu? Mimpi kamu ini pak , ibu itu
sudah meninggal 5tahun yang lalu. Jangan gila bapak ini. Ngawur saja kalau
bicara..ahhhh!”tegas Harno ke bapaknya yang sedang ketakutan. “Sreeppp,sreepp,sreeppp”
suara hidung bapak Harno sedang mencium bau harum seperti bunga tadi saat Harno
sedang berada di depannya.
“Sentoloyo, ternyata parfummu
to..oooo dasar bocah gemblung, kamu ini mau kemana hee, pake parfum kembang 7
rupa ,dandananmu rapi kayak gini,mau kemana hee mau kemana???” curiga bapak.
“Hehehehe, bapak ini kayak gak pernah
muda aja , yo mau apel lah pak , ini kan malam mingggu , Harno juga sudah lulus
SMA, boleh to pak???heee???”rayu Harno sama bapaknya yang lagi setengah mabuk.
“Hahahahahha , hahah boleh,boleh, hayoo siapa pacarmu hee,
cantik,sexy,mulus,putih??heee??hahahahah” konyol bapak. “ Haahh bapak ini mau
tau aja, nantilah pak , saya kenalkan ke bapak, sudah aku mau berangkat dulu.
Habiskan itu minuman bapak, nanti ibu keburu pulang,haha.” Jail Harno. “Sialan
kau,!”jawab bapak sambil telingukan masih punya rasa takut.
Harno ditinggal ibunya sejak 5 tahun
lalu , sejak itu dia hanya tinggal bersama bapaknya yang rajanya mabuk dan
judi. Awalnya Harno nek dengan
keadaan itu, tapi sekarang dia malah sudah terbiasa akan hal itu dan seikit
demi sedikit meniru kelakuan buruk bapaknya itu.
Jam 5 pas dia sampai di rumah
Julaikah. Jul yang mendengar suara motor GL-pro pacarnya itu langsung
mengusaikan diri dari berdandan dan mengintip dari jendelanya yang diselimuti
oleh korden tebal.. “Ahh...mas Harno benar-benar datang menjemputku, betapa
setianya dia padaku.huuhh...” kagum Jul kepada kakang masnya itu.
“Assalamualaikum,..” “ Tok,tok,tok...” Ucapan salam Harno dan ketukan pintu itu
mengagetkan bapak Jul yang sedang membaca koran di depan televisi. “Hmmm,hmm
walaikumsalam. Ada apa mas, cari siapa?” tegas bapak Jul.. Jul yang mendengar
bapaknya berkata seperti itu langsung seketika berdebar hatinya , kencang
sekali. Dia takut jika tidak boleh pergi dengan Har. “Saya Harno pak, teman Jul
,saya kesini berniat untuk mengajak Jul pergi ke pesta di Bioskop kota untuk
menyaksikan film perpisahan SMA kami pak. Jul ada pak?” jelas Harno akan maksut
kedatangannya itu. “ Jul....Julaikah.....mrene
nduk..” “Nggih pak, ada apa pak?
loo,mas Har sudah datang to..” kaget pura-puranya Jul. “Jadi ini bener temanmu
nduk?”tanya bapak “Injih pak , betul ini teman Jul.”jawab Jul dengan lembut.
“Har, bapak percayakan Jul kepadamu, tolong jaga dia sampai waktunya pulang.
Jam 9 malam harus sudah sampai rumah.” “Wahh , jadi bapak mengizinkan kami
untuk pergi? Terima kasih pak, terima kasih..” kata Har sambil mencium tangan
bapak Jul. “Makasih bapak , saya janji jam 9 sudah sampai rumah, ya kan mas
?”kata Jul.. “Ya Jul, jam 9 sudah sampai rumah.” Kata Har menambah rasa yakin
bapak Jul terhadapnya. “Baikah ,kalian pergi sekarang saja biar nggak
kemaleman.”nasehat bapak Jul dengan ramah. “Iya pak, assalamualikum, titip
salam saya ke ibu pak ya kalau nanti ibu sudah datang.”pamit Jul pada bapaknya.
“Pasti nak,hati-hati.”sahut bapaknya dengan muka agak cemas. “Pak,saya pamit
dulu, permisi...”kata Har pada bapak Jul. “Ya,ya...hati-hati dijalan,tolong
jaga Jul benar-benar.”pesan bapak Jul padanya.
Saat itu pula mereka berdua berboncengan
naik GL-pro milik Har. Saat ditengah perjalanan Har berkata “Jul, pegangan yang
erat , nanti jatuh..” “Jangan merayuku terus mas, aku jadi malu.”jawab Jul
dengan nada rendah dan senyumnya yang manis.
Sejenak diam tanpa kata diperjalanan
menuju bioskop , tak ada satupun dari mereka yang mengalah memulai berbicara
dulu. Jul merasa sangat sungkan saat dia disuruh berpegangan perut Har yang
gagah itu. Har hanya tersenyum melihat senyuman Jul dari kaca spion. Tak kuasa
menahan nafsu , Har langsung berganti arah menuju daerah hutan. “Mas, mau
kemanakah kita? Kok berputar arah? Apa ada yg ketinggalan?”tanya Jul cemas.
“Oh,iya ada Jul, saya lupa beli bensin, saya mampir pom bensin dulu ya..”kata
Har berpura-pura. “Tapi pom bensinnya sudah lewat mas, tadi disana pom
bensinnya..kita mau kemana, kok gasnya ditambah mas, mas, pelan-pesan saja
mengendarai motornya..”kata Jul sambil mengeplak pundak Har. Sesaat kemudian ,
Har berhenti di daerah persawahan yang sepi. Disitu Har melakukan aksi
jahatnya, dia merayu Jul agar mau diajak melakukan perbuatan yang tidak
semestinya mereka lakukan. Karna Jul menolak mentah-mentah , Har terpaksa
melakukan hal itu dengan cara memaksa. “Jangan mas, jangan lakukan ini padaku ,
aku mohon mas, jangannnnn!”teriak dan mohonan Jul pada pacarnya itu terus
diucapkannya. “Haah , diam kau, bukankah kita ini sudah lulus SMA ? Apa salahnya hee, tenang saja tidak akan ada
yang tahu , kamu cukup diam dan tenang! Ngerti kamu!” kata Har kasar pada Jul.
Jul tak menyangka akan seperti ini jadinya. Dia kenal Har sudah lama , tak
pernah dia berani menyentuh Jul sedikitpun. Tapi , kali ini benar-benar tak
bisa Jul mengerti kenapa Har trga berbuat seperti ini padanya. Karna Jul
terlalu banyak gerak , Har akhirnya terpaksa menyuntiknya dengan obat penenang
, dan akhirnya Har dapat leluasa melakukan aksi kejamnya itu. Entah berapa jam
dapat bertahannya obat penenang itu , setelah Har puas dengan aksinya, Jul
dicampakan begitu saja olehnya. Sungguh kejam hati yang dimiliki Har. Malang
sekali nasib yang diderita Jul , gadis manis,cantik dan incaran setiap pria itu
ternoda tanpa sengaja.
Jam 9 malam tepat. Bapak Jul menanti
kedatangan putri semata wayangnya itu.
“Dimana Jul kiranya ini , katanya jam
9 sudah sampai rumah, tapi kenyataannya belum juga datang. Awas saja nanti
kalau sudah pulang.!” Bengis bapak Jul senndirian di teras rumah. 5 menit
kemudian , ibu Jul datang dari dapur membawakan secangkir kopi hangat untuk
bapak. “Pak, ini kopinya diminum dulu. Pak, kenapa Jul belum pulang juga ya pak
, bukannya janjinya hanya smpai jam 9 pak...ibu jadi khawatir pak..”cemas ibu
Jul. “Bapak ini juga khawatir buk , anak ini memang tidak bisa dipercaya ,
omongan saja yang ada tong kosong berbunyi nyaring!”bengis bapak sambil mencari
kunci motornya. “Pak , mau kemana?” tanya ibu Jul. “Ya mau nyusul Jul ke
bioskop kota lah buk, bapak ini khawatir dengan keselamatan anak semata wayang
bapak buk..!”jelas bapak. “Ibuk ikut to pak, ibuk juga khawatir sama Jul
pak..”rengek ibu Jul ingin ikut mencari anaknya. “Ibu ini gimana to , kalo ibu
ikut, la nanti Jul ditaruh dimana? Di slebor motor? Iya?” kata bapak sambil
mringis, untuk membuat ibu agar lebih tenang. “Bapak ini kok aneh-aneh aja to
ngomongnya , ibu ini beneran pak.”jengkel ibu.
Jul yang sekarang ini masih berada di
sawah , baru saja sadar. “Aku masih disawah, ohh ya tuhan apa salahku kepadamu
ya tuhan, sehingga engkau beri aku cobaan yang begitu menusuk hati ini ya
tuhan. Hamba ternoda ya tuhan , hamba kotor...hamba tak pantas lagi mengharap
surgamu. Ya tuhannnnn ,kenapa engkau tega memberi cobaan ini
padaku....kenapaaaa....!!!” isak tangis penyesalan dia rasakan saat itu. Betapa
malang nasib Jul kala itu. Dia masih ingin meneruskan sekolah dan menggapai
cita-citanya, tapi ini yang terjadi , sungguh tak pernah ada prasangka
sedikitpun tentang ini dihati Jul. Jul pulang dengan keadaannya yang seperti
itu. Jul menelusuri jalan tanpa bicara. Dia bak orang gila menangis. Air mata
terus bercucuran di sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia kecewa, dia sakit
hati, dia marah, dia kesal pada Har. Semua rasa itu mengumpul menjadi satu yang
mengakibatkan strees yang amat dalam diri Jul... Dia tak tahu harus berkata apa
pada bapak dan ibunya dirumah. Di benaknya dia hanya mengingat-ingat ucapan Har
“Haah , diam kau, bukankah kita ini sudah lulus SMA ? Apa salahnya hee, tenang saja tidak akan ada
yang tahu , kamu cukup diam dan tenang! Ngerti kamu!”. Itu , itu , dan hanya
kata itu yang selalu melintas dipikirkannya. Dia lesu , dia lemas.
Penyesalan yang tiada pernah henti. Dia hanya bisa berjalan dan terus berjalan.
Sering kali dia terjatuh dan menangis. Isak tangisnya dapat menandakan apa yang
sedang terjadi padanya.
Saat Jul terus berjalan , tanpa
sengaja dia melewati sungai berarus deras. Dia berhenti sejenak. Dia
menjatuhkan dirinya di pinggir jembatan. “Aku tak bisa menahan malu ini, aku
kotor , aku hina , aku tak pantas dimiliki seorang perjaka lain karna ku telah
ternoda....!!! Apa yang dpat aku lakukan lagi di dunia ini , aku hanya akan
menanggung malu dan membebani orang tuaku karna aib yang aku ciptakan. Ya
tuhanku , apakah ini balasmu kepadaku yang selalu taat kepadamu ya tuhan,..apa
ini balasanmu kepadaku yang berusaha sekuat mungkin untuk tidak lalai dalam
mengerjakan perintahmu. Aku hina, aku kotor................................!!!”
jeritnya untuk sedikit melepas beban yang dialaminya.
Saat Jul berada di pinggir jembatan ,
tak sengaja bapaknya lewat. Di berhentikan sepeda motornya lalu menghampiri
anak semata wayangnya itu. “ Nduk, Jul...ini kamu nduk, masyaallah...kamu
kenapa nduk, jawab bapak...dimana Har?”cemas bapak sambil memegang pundak anak
semata wayangnya itu.
“hmmmm,hmmm bapak.........maafkan Jul
pak, maafkan.....”tangis Jul menambah jadi setelah bapaknya menghampirinya. Dia
menangis sambil memeluk bapak tercintanya itu dan tiada henti mengucap maaf.
Entah berapa kata maaf yang diluncurkan oleh bibir manisnya itu.
“Sudah, sudah.....menangilah dipundak
bapak nduk anakku, bapak tidak akan marah padamu dan akan memaafkanmu...bapak
sayang kamu nduk.”kata bapak memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. “Ayo,
kita pulang saja, kasihanibumu sendiri mnenunggumu dari tadi sore di rumah, dia
cemas akan dirimu. Jelaskan saja semuanya di rumah nanti.”jelas bapak.
Ibu yang sedang menunggu mereka
dirumah , cemas jika terjadi apa-apa dengan putrinya. Penantiannya terunjung
pada saat Jul dan bapaknnya datang. “Jul.....anakku, gusti allah nduk...kamu
kenapa? Crita nduk, kamu kenapa?”cemas dan bingung ibu Jul saat Jul dan
bapaknnya datang. “Sudahlah bu , biarkan dia mandi dulu, dia capek. Bapakj juga
tidak tahu apa yang terjadi padanya.”jelas bapak. “Haahh, yowes nduk , kamu
mandi dulu.”kata ibu dengan nada penyesalan.
Seusai mandi dan membersihkan badan ,
Jul menghampiri ibu dan bapaknya di ruang tengah.
“Bu, Jul kotor...Jul ternoda
bu,...hemmm,hemmmm,”rengek Jul pada ibunya.
“Maksut kamu apa nduk? Ibu ndak
ngerti...”tanya ibu beingung mendengar rengekan Jul.
“Iya nduk , kenapa?”sela bapak.
Setelah Jul menceritakan semua yang
dialaminya , dia berhenti dan menangis tersedu-sedu. “Jul.......tega sekali Har
padamu nduk, ibu tidak rela anak ibu dinodai orang yang bukan suaminya. Pak ,
ibu minta bapak bertindak tegas pak, kasihan Jul pak...”rengek ibu
“Kurang ajar ! Berani-beraninya dia
menyentuh kesucian anakku. Besok bapak akan datang menemuinya!” bengis bapak.
Keesokan harinya , Jul bersama bapak
dan ibunya datang kerumah Har. Sesampai dirumah Har, bapak mengetok pintu.
“tok,tok,tok...Har,...keluar kamu...Har.....!”teriak bapak marah.
“Sabar pak, malu dilihat
tetangga.”kata ibu. “Sabar,sabar bagaimana bu, anak kita itu korban bu,!
Har....keluar kamu sekarang jangan sembunyi di dalam.!”bapak semakin bengis.
“Iya, pak tapi....” belum selesai pembicaraan ibu bapak Har keluar.
“Heeh , siapa kamu hee, ini itu masih
subuh , sudah ada tamu, mana teriak-teriak lagi. Ndak sopan tauu heee....!”
kata bapak Har sambil membukakan pintu. “Jam segini kok masih subuh, dasr orang
tua gemblung.”bisik ibu Jul.
“Emmhh , baumu ini bau apa hee? Kamu
habis mabuk ya?” kata bapak Jul sambil menutup hidungnya. “Ahhh, bukan urusan
kamu. Mau mabuk mau enggk itu hidupku , bukan hidupmu, aaaa atau jangan-jangan
kamu kesini mau minta 3 botol hee?hahahahahha, masuk,masuk, kita pesta sampai
malammm,hahahaha!”kata Bapak Har.
“Gila kamu ini! Saya dan keluarga
saya kesini mau menemui anakmu , Harno ,dia itu sudah kurang ajar sama anakku.
Dia berani menodai anak semata wayangku ini tadi malam, dan setelah dia puas,
dia menelantarkan anakku begitu saja di sawah. Apakah tidakpunya rasa kemanusiaan
sedikit anakmu itu heee? Mana dia?”jlentreh bapak Jul dengan emosi tinggi. “Ini
yang katanya pacarnya Har? Woooww, hehe cantik sekali, hebat anakku itu dapat
gadis kayak dia ini.hehe!” genit bapak Har.
“Kamu ini bisa sopan sedikit atau
tidak,hee! Mana anakmu yang pecundang
itu hee?”sengak bapak Jul.
“Heh , kamu hati-hati ya kalau
ngomong, anakku itu anak yang berbakti. Dia sudah aku kirim ke Jambi untuk membantu pamannya disana. Jika
tadi malam ada apa-apa sama anakmu itu, jangan salahkan anakku lah..memang mana
buktinya?”kata bapak Har.
“Ini , buktinya anakku.! Jika suatu
saat terjadi apa-apa dengan anakku , Har yang harus bertanggung jawab. Sudah
ayo bu jangan lama-lama disini, bapak tidak tahan dengan aroma alkohol disini.”
sengak bapak.
“Haahh , siapa peduli hee, balik sana
, balik....!” marah bapak Har.
Kecewa yang sangat mendalam dirasakan
oleh keluarga kecil itu. Terutama Julaikah , dia sangat terpukul akan hal yang
sedang ia timpa. Oh, Jul, tegarkan hatimu. Di dalam perjalanan yang penuh
penyesalan dan kekecewaan itu , Jul berkata “Pak , saya mau turun disini
saja.!” “Kenapa nduk? Ada apa?”cemas bapak. “Tolong pak , turunkan saya
disini.”paksa Jul. Diberhentikan mobil tua milik keluarga kecil itu oleh bapak
Jul. Mereka berhenti pada pinggir taman.
“Disini pak , saya mau disini ,
sendiri...tolong pak,buk, tinggalkan saya sejenak, saya ingin menenagkan
fikiran saya , saya lelah buk,pak...”rengek Jul. “Tapi nduk , keadaanm belum
stabil , ayolah nduk , kita pulang saja , besok kan kita akan pergi pindah ke
Solo , jadi banyak yang harus disiapkan..”jelas ibu Jul. “Benar nduk kata ibumu
itu. Sudah ayo kita plulang saja.”lengkap bapak. “Maaf, tidak pak, saya
benar-benar ingin disini. Untuk yang terakhirkalinya pak. tolong izinkan
saya...”pinta Jul dengsn muka memelas. “Baiklah Jul, bapak izinkan, demi
kebaikan kondisi kamu agar tidak terlalu stress.”kata bapak. “Makasih pak.”
kata Jul sambil memeluk bapak dan ibunya.
Dalam kesendirian , Jul menangis
terisak-isak , dia ingat akan kejadian malam itu. Jul tak tahu dengan nasibnya
dimasa depan bagaimana. Jul berusaha untuk tegar , tetapi dia butuh seorang
teman untuk menemaninya. Tiga jam dia duduk manis disitu. Rasa bosan telah
menyelimutinya. Jul memutuskan untuk pulang.
Sesampai dirumah , Jul membereskan
barang-barang dan pakaiannya ke dalam koper. Hari esok telah tiba , ini saat
dimana harus melupakan semua kenangan indah di dalam rumah , kenangan indah di
luar rumah , kenangan indah di sekolah , dan kenangan buruk di sawah malam itu.
Perjalanan menuju Semarang sangat
melelahkan dan ampuh menekukkan wajah manisnya itu.
Jam 5 sore tiba di Semarang. Rasa
lelah yang dirasakan keluarga kecil itu semakin lengkap setelah melihat rumah
lamanya itu banyak terselimuti oleh debu. “Bu , rumah kita banyak debunya
ya..”kata bapak Jul pada ibu Jul. “Ya iya dong pak , lawong udah lama ndak
dipakai kok , bapak ki yo aneh..”kata ibu Jul sambil membawa kopernya. “Seperti
hatiku yang penuh dengan debu kotor buatan Har. Ya tuhan , kenapa aku masih
mengingat kejadian itu?” katanya dalam hati. “Ayo Jul , bawa kopermu dan masuk
ke kamar, sebelum tidur mandi dulu dan rapikan tempat tidurmu sendiri ya.”kata
bapak Jul. Jul menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa bulan di Semarang ,
Jul mulai merasakan mual yang sangat amat mengtidakenakan tubuh mungilnya itu.
Jul diam-dian memeriksakan diri ke dokter karana dia takut terjadi apa-apa
dengannya. “Bagaimana dok, ?” “Selamat , anda hamil 3 minggu. Tolong jaga
kehamilan anda , karna ini masih kemahilan pertama.” Jelas dokter dengan ramah.
“Haa, saya hamil dok ,?” kaget Jul dengan muka shok. “loo, iya, saya yakin ini
positif. Kenapa mbak, anda sudah menikah kan?”tanya dokter curiga. “Emm , iya
dok, tapi kebetulan suami saya sedang kerja jadi saya datang cek up
sendiri.”katanya sambil kebingungan. “Oh ya sudah, saya pesan anda tetap jaga
kesehatan.”nasehat dokter. “Baik dok, terima kasih.”
Jul, keluar dari ruang dokter dengan
muka kusut dan mata hampir mengeluarkan air mata. Jul tertekan akan hal ini ,
dia tau , dia sudah lama tidak ada kontak dengan Har , dan sekarang dia sudah
mengandung anak dari Har , tapi Har tak ada disampingnya. “Assalamuaalaikum
buk,..”rintih Jul sembari memasuki rumah. “Walaikumsalam , kamu kenapa Jul,
kamu nangis nduk ?” tanya ibu Jul sambil memegang pundak Jul untuk melihat
wajahnya lebih jelas lagi. “Buk,....saayaaa...”katanya disambi dengan tetesan
air dari mata sipitnya itu. “Kenapa nduk, kenapa? Katakan sama ibuk nduk,
kenapa?”tanya ibu Jul dengan muka penasaran dan cemas. “Aku hamil buk.!”
langsung dia menangis dan menundukkan diri di bawah kaki ibunya. “Apaa, ya
allah nduk......bagaimana kalau bapakmu tau?”kaget ibu sambil meneteskan air
mata penyesalan. “Maafkan Jul bu , Jul juga tidak mau seperti ini, Jul malu bu
, Jul ingin menyudahi hidup Jul saja bu , dari pada Jul harus menciptakan aib
untuk keluarga ini bu, Jul tidak mau bapak dan ibu malu karna Jul.”kata Jul
dengan segala keputus asaannya. “Jul , ibu tidak akan malu Jul , karna ini juga
tidak kehendakmu, ibu dan bapak mengerti Jul, jangan kau putus asa , dan
berniat untuk bunuh diri nak , itu dosa besar Allah tidak suka dengan orang
yang putus asa nduk. Ibu dan bapakmu janji akan setia berasa disampingmu dan
melindungimu dari hinaan masyarakat dan dalam mengurus kehamilanmu hingga kamu
melahirkan nduk.”kata ibu. “Bu , bagaimana Jul akan menjawab jika anak Jul
tanya tentang keberadaan ayahnya
bu?”rengek Jul. “Yng terpenting sekarang , kamu harus bertahan dan kuat
menjalani segala cobaan dari Allah , ini cobaan nduk , ingat , Allah tidak akan
memberi kita cobaan diluar batas kemampuan kita , yang terpenting kamu tetap
taat dengan perintah-Nya.” “Iya bu , pasti, bantu Jul untuk bilang ke bapak
tntang ini ya bu , Jul malu bu.”kata Jul. “Iya nduk, pasti.”
Setelah bapak Jul tau akan hal itu ,
dia kaget dan emosi. Jul merasa angat bersalah melihat respon bapaknya akan
cerita bahwa dia hamil. Tetapi bapaknya tidak mau membat Jul kembali putus asa
, dia sekuat tenaga menahan malu dan amarahnya di depan anak semata wayangnya
itu. Dia bijaksana dalam memberi pengertian kepada Jul. Jul menjadi lebih
tenang setelah dia diberi pengertian oleh bapaknya.
Sembilan bulan sepuluh hari , tepat
pada tanggal 17 Agustus 1991 Rasyit dilahirkandari rahim muda Jul. Dia
kelihatan lucu dan mungil. Hidungnya mancung seperti ibunya , wajahnya mirip
Har. Jul bercucuran air mata mendengar suara tangis bayinya itu. Jul bahaia
karna anaknya lahir dengan normal. “Anakku , ya allah...ini ibu nak ,
ibumu...ibu sayang denganmu nak , sangat sayang sampai kapanpun, walaupun kau
adalah anak yang sebenarnya tidak ibu harapkan terlahir terlebih dahulu. Ibu
janji akan selalu menjagamu nak , akan selalu mendidikmu agar menjadi anak yang
berbakti dan berguna bagi masyarakat.” Dikecup kening anak bayinya itu dengan
lembut. Ibu dan bapak Jul menangis melihat kejadian haru ini.
Setelah menjalani beberapa tahun
tanpa seorang ayah , Rasyit tepat umur 17 tahun bertanya kepada ibunya, “Bu,
kini Rasyit tepat berumur 17 tahun, apakah ibu masih belum mau bercerita
tentang ayah? Rassyit ingin mendengar cerita tentang ayah bu, dimana ayah
sesungguhnya bu,?”tanya Rasyit mendesak. “Rasyit, sudahlah nak, ayahmu sudah
lama meninggal sejak engkau masih didalam kandungan ibu. Ayahmu adalah lelaki
yang gagah , kuat , dan mirip sepertimu tampan, hidungmu,matamu,alismu,parasmu
mirip sekali dengan ayahmu....”terteteslah air mata Jul saat dia membelai
lembut wajah anaknya. “Bu, kenapa ibu menangis? Apa ibu teringat ayah? Beri tau
aku bu, dimana makam ayah, aku ingin mendoakannya bu.” kata Rasyit lembut. “Emmhh , baiklah nak
, akan ibu ceritakan. Dahulu , saat ayahmu masih SMA , dia selalu menjaga ibu ,
dia tidak pernah macam-macam terhadap ibu, dia anak yang pintar , taat , sopan,
makanya ibu sayang trhadap ayahmu. Namun semua rasa itu hancur ketika ayahmu
melakukan hal yang tidak ibu duga.” Jul berhenti beercerita dan meneteskan air
mata. “Hal apa bu?”tanya Rasyit
penasaran. “Ayahmu menodai ibu ketika kita hendak pergi merayakan hari
kelulusan kita. Ibu dijebak ayahmu dan setelah ayahmu puas melakukan apa yang
diinginkannya ditinggallah ibu dengan keadaan seperti itu disawah. Ibu sakit
hati dengan perlakuan kejam ayahmu. Ibu merasa setan apa yang merasuki tubuh
ayahmu sehingga dia berkelakuan seperti itu. Setelah kakak dan nenekmu tau ,
ibu di bawa ke Semarang. Setelah beberapa bulan ibu merasa ada yang aneh dalam
diri ibu , lalu ibu memeriksakan diri kedokter dan kata dokter ibu positif
mengandung dirimu Syit. Ibu tak kuat dengan cobaan yang terus menimpa ibu , ibu
hampir putus asa dan bunuh diri. Tapi nenekmu masih dapat mencegah ibu , karna
sesungguhnya ibu juga kasihan denganmu , bayi yang tak tau apa-apa menanggung
akibat yang bermodus cela’an dari keluarga lain jika lahir.”jelas ibu panjang.
“Haaaa , jadi ayah sebetulnya belum meninggal bu , ayah masih hidup? Dan aku
adalah anak haram bu??” kaget Rasyit sembari memulai meneteskan air matanya.
“Nak , maafkan ibu karna telah membohongimu selama ini. Ibu khilaf nak ,
maafkanibu.” Rengek Jul pada anaknya. “Ibu jahat ibu pembohong! Rasyit benci
pada ibu!” bengis Rasyit karna sedang emosi dan tidak menerima keadaannya
dimasa lalu.dia menuju dalam kamar dan keluar lagi dengan membawa tas.
“Rasyittt..kamu mau kemana nak?tolong nak , tolong maafkan ibu , jangan tinggalkan
ibu nak...ibu sayang Rasyit...sungguh...”rengek ibu pada Rasyit. Rasyit hanya
diam dan meneteskan air mata. Dan pergi.
“Rasyiiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt.............!hmmmm,
hnmmm ya allah kenapa kau tega tinggalkan ibu nak,?”tangis Jul saat Rasyit
pergi dari rumah.
Kini berfikir tak tau kemana arah
jalannya. Dia tetap melangkahkan kaki dan terus melangkahkan kakinya. Termenung
dan terus termenung.
“Aku tak ingin menjadi anak haram.
Aku bukan anak haram. Aku bukan anak haraaaaaaaaaaaaammm!”teriaknya di pinggir
jalan sambil menendang botol air mineral dan mengenai seorang pria.
“Sialan....eh, siapa yang nglempar botol ini ke gua...!”marah seorang pria tadi
sambil telingukan mencari siapa yang melemparnya dengan botol air mineral dan
pas mengenai kepalanya.”Eh mas, maap, sorry-sorry...pisss!”katanya sambil lari
karna takut. “Hey, berhenti kamu!”bentak pria tersebut. Mereka berkejar-kejaran
hingga lelah. Nafas yang tak bisa berhembus dengan normal membuat langkahan
kaki Rasyit terhenti di pojok lorong gelap sebelah rumah kecil di pemukiman
kumuh. “Hey, stop kamu!”kata seorang pria yang di halaman pertama disebut
dengan Jono. “Ampun mas, ampun...saya tidak sengaja..tolong mas jangan pukuli
saya..saya tidak punya apa-apa mas, sungguh.”mohonnya dengan penuh kemelasan.
“Heh, bangun kamu! Siapa yang mau mukulin kamu? Kamu ini tidak tau apa ya, tas
kamu ini lo, kamu tinggal di sana tadi.”katanya sambil mringis-mringis sendiri
melihat kelakuan Rasyit. “Haaa..??”mlongonya dan menatap ke atas tepatnya ke
muka Jono karna posisi Rasyit sedang menunduk mirip memohon ampun. “Hahaha,kamu
ini lucu banget deh , hahaha.”tawa Jono dalam kebingungan yang dirasakan
Rasyit. “Jadi, kamu tidak marah karna kepalamu tadi kena tendangan botol dari
kakiku?”tanya Rasyit bingung. “Hahaha, aku tau , kamu ini sedang galau ya kan?
Tapi ngomong-ngomong maut juga tendangan kakimu.”gurau Jono. “Ah, kamu, aku
minta maaf ya, aku tak sengaja, iya aku sedang galau. Karnaa..”katanya lalu
menundukkan kepala dan meneteskan air mata. “Aku Jono. Anak jalanan yang tiap
hari kerjaannya ngamen di lampu merah. Ya, itu kerjaanku tiap hari, hasil uang
ngamen aku bagi jadi 2, yang sebagian untuk makan dan sebagian untuk foya-foya.
Beli minum, judi, bayar tatoan dan lain-lain yang penting aku senang. Oh ya,
kamu ini mau kemana , kok malem-malem gini?”crita singkat Jono yang membuat
Rasyit termenung apakah dia akan seperti itu ketika dia berad dalam
kehidupannya sekarang. “Emm,aku Rasyit, aku baru saja kabur dari rumah.”katanya
singkat dan seketika itu pula munutup mulut tipisnya dan menunduk. “Kabur??kamu
bosan dirumah? Aku aja pengen punya rumah, kamu yang enak ada dirumah kenapa
kabur?lalu kamu mau kemana ini?”tanya Jono. “Gak tau, aku bingung mau kemana.
Emm, aku boleh ikut kamu ngamen?”tanya Rasyit karna dia tidak punya pilihan
lain untuk meneruskan hidup. “Tapii, kamu harus rela tubuh putih bersihmu ini
jadi coklat kotor dan bau jika akan bersamaku, ya..karna rumahku juga mungkin
tak sebagus rumahmu.”kata Jono menjelskan keadaan asslinya. “Iya gak papa, yang
penting aku bisa meneruskan hidupku. Aku kan juga butuh makan. Oiya, aku boleh
tinggal bersamamu?”tanya Rasyit smbil mengerutkan alis tebalnya itu. “Tentu,
tapi jangan kaget ya.”kata Jono membuat penasaran Rasyit.
Mereka mengobrol di sepanjng jalan
menuju rumah Jono. Dalam hati Rasyit, dia tidak sabar untuk sampai di rumah Jono
karna sudah lelah berjalan. Sesampai di rumah Jono, rasa keinginannya untuk
merebahkan badannya di kasur yang empuk berubah 360o jadi pengen
pulang kerumah. Tapi karna tidak enak
dengan Jono takut tersinggung dan karna tidak ada pilihan lain untuk tinggal ,
dia terpaksa tidur di tanah yang hanya beralaskan kardus. Dari situlah ceerita
Rasyit bersama Jono dimulai.
“Tasmu itu untuk bantalan ya, karna
aku tak punya bantal. Jika aku tidur ya, tanpa bantal guling.”katanya dengan
nada standart. “Oh ya, tidak apa-apa kok. Kamu sudah mau menampung akau saja
aku sudah terima kasih banyak.”Jelas Rasyit pada Jono. “Yasudah, tidur sana,
besok jika kau mau, ikut aku ngamen agar bisa makan untuk sehari.”ajak Jono
sambil merebahkan badannya ke alas kardus. “Oo..iya, aku sedikit-sedikit bisa
main gitar kok, kebetulan aku membawanya.”lengkap Rasyit mengakhiri percakapan
malam itu.
Rasyit akhirnya tinggal bersama Jono.
Dia makin hari makin bisa beradaptasi dengan lingkungan Jono yang begitu
parahnya. Rasyit yang dulunya alim dan pendiam, berubah menjadi arogan dan
urakan.
Sekarang sudah 3 tahun dia tinggal
bersama Jono. Tinggal di daerah yang super keras dan mengenaskan.
Kumuh,kotor,bau dan lain sebagainya. Sifat Rasyit pun berubah total sejak dia
bersama Jono. Menjadi semakain keras dan sudah berani merokok. Baginya, rokok
aadalah makanan pokoknya tiap hari. Masyaallah, apa yang akan Jul katakan dan
rasakan jika melihat anak semata wayang yang dia asuh sendiri sejak belum lahir
menjadi seperti ini.
--0o0o0o0--
Jul, dengan segala usahanya mencari
Rasyit dengan penuh keyakinan. Tapi selama ini pun tak aada kabar tentang
Rasyit. Entah bagaimana nasib anaknya pun dia tak tau. Apakah masih hidup atau
sudah mati juga dia tak tau. Mulai dari pengumuman berita di tv, di koran,
radio hingga poster yang tertempel di berbagai tempat di pinggih jalan. Poster
itu yang sering di lihat Rasyit saat ngamen. Hidupnya kini tidak karuan karna
Rasyit sudah mencoba rokok dan narkoba. Katanya, dia selalu mengingat masa
lalunya jika tidak memakai narkoba. Sungguh , tidak bisa membayangkan bagaimana
reaksi Jul jika melihat anaknya seperti ini. Hari berganti hari. Minggu
berganti minggu. Bulan berganti bulan. Hari ini,bulan ini ulang tahun Rasyit
yang ke 21 tahun. Dia teringat saat dia berusia 5 tahun. Ulang tahunnya
dirayakan denagn begitu meriahnya. Membuat iri hati Rasyit saat ini.
“Aku tak tau kenapa aku sekarang
menjadi seperti ini, tubuhku sakit sekali, tak ada uang untuk membeli obat
lagi. Badanku lelah, bahkan untuk duduk saja sudah tidak bisa. Apa yang harus
aku lakukan?” kata Rasyit dengan bdan gemetaran karna dia sudah 2 hari tidak
mengkonsumsi narkobanya karna tak punya uang untuk membelinya. Rasyit mulai
brfikir bahawa apa yang dilakukannya itu salah. Tak semestinya dia berbuat semua
ini. Sudah berulang kali dia melihat,mendengar,membaca segala macam usaha
ibunya untuk kepulangannya. Tapi, hany sia-sia karna dia tak pernah
menggubrisnya sedikitpun. Hanya terkadang ingat, lalu menyuntikan narkoba ke
dalam tubuhnya dan hilang ingatan itu tentang ibu dan masa lalunya.
Dia berusaha untuk berjalan, berdiri
dan melangkahkan kaki. Sesaat dia terjatuh dan berdiri lagi. Dia keluar rumah
dan berjalan menuju rumah ibunya. Entah berapa kali dia terjatuh saat masih
berada di jalan, tak terhitung olehnya. Rasa sakit yang terus menari-nari dalam
tubuhnya tidak dapat menghalangi tekatnya untuk meminta maaf pada ibunya.
Jalannya semakin menylewang, pandangan matanya kabur. Dan tepat 3 kali ketokan
pintu dia terjatuh dan pinsan. “tok,tok,tok” itulah gerakan terakhir yang
diciptakannya untuk ibunya.
“Ya....tunggu sebentar.”teriak Jul
dari dalam rumah. Saat Jul membuka pintu dan melihat ada orang tertidur di
depan pintu dia kaget dan memanggil bapaknya untuk menolong orang terseut yang
aslinya adalah anaknya Rasyit.
“Bapak,tolong pak, ada orang ini pak,
mungkin pinsan.”teriak Jul shok. “He, ada apa Jul? Haa siapa ini ?”kata bapak
Jul bingung. “Jul juga ndak tau pak, tolong bawa masuk pak...”pintanya dengan
muka bingung. Setelah seseorang tadi direbahkan di atas kasur, Jul baru
menyadari bahwa itu adalah Rasyit anaknya. “Pak,muka ini...apakah dia Rasyit
pak?mukanya mirip sekali dengan Rasyit anaku yang dulu pergi pak..”cemas Jul
sambil mengelus-elus muka Rasyit. “Jul, mana mungkin ini Rasyit, dia itu tidak
kotor,bau,kumel,jorok seperti ini.” Kata bapak Jul. Sesaat suasana hening, dan
mata Rasyit sedikit demi sedikit terbuka. “ahh, aku dimana ini?” katanya dengan
mengerutkan alisnya seperti orang baru bangun tidur. “Kamu sudah bangun nak?
Hey, kamu siapa?”kata Jul curiga. “Ibu...??kau ibuku?”kaget Rasyit saat Jul bertanya
siapa dia dan tersenyum padanya. “Ibu?? Kau memanggilku ibu? Kamu ini siapa?
Apakah kau Rasyit anaku itu?”kata Jul dengan muka penuh harapan. “Iya bu, ini
Rasyit bu...ini Rasyit..”jawab Rasyit dengan penuh kegembiraan di wajahnya.
Saat itu pula Jul dan Rasyit berpelukan erat, karna sudah beberapa tahun tidak
bertemu. Setelah melepas semua rasa kangennya dan meminta maaf kepada ibunya,
Rasyit merasakan sakit yang begitu dalam di tubuhnya, dia merasa tidak kuat
lagi. Dan saat semua sudah tidur, dia berjalan menuju kamar ibunya dan seketika
terjatuh menyenggol gelas yang ada di meja rias ibunya. Jul terkaget dan
membuka matanya. Lalu terbangun dan melihat anaknya terjatuh di bawah
ranjangnya. “Rasyit, kenapa kamu nak, Rasyit????”teriak Jul ccemas. Saat
dipegang ddenyut nadinya, ternyata Rasyit meninggal dunia karna tubuhnya tidak
tahan jika tidak disuntikan narkoba. Seketika itu, Jul mengambil pisau dan
memutuskan denyut nadi yang ada di tangan kirinya, akhirnya mereka berdua
meninggal dunia.
Cerita yang sebenarnya sepela tapi
penuh dengan makna. Sebuah kejujuran sangat di perlukan dalam kehidupan
bermasyarakat. Apalagi antara ibu dan anak. Sebagai seseorang kita seharusnya
dapat berfikir normal dan positif. Jika dimasa lalu kita suram bukan berarti
masa depan kita suram. Asal kita mau merubahnya dan tetap berad dalam jalan
Allah SWT.
0 Response to "Cerpen Merpati Hitam Dan Mawar Hitam"
Posting Komentar