Latest Updates

Cerpen Merpati Hitam Dan Mawar Hitam

MERPATI HITAM DAN MAWAR HITAM
Arsa
Namaku tertera di selembar kertas editan editor terprofesional di Solo. Kertas yang sudah tersilet-silet oleh tajamnya angin dan jailnya tangan manusia. Kumuh , kotor, robek, jelek, tapi aku tak pernah bosan melihatnya setiap hari.Fotoku terpapar disitu. Wajah yang imut itu mengingatkanku pada aku yang dulu. Aku yang polos dan lugu, aku yang tak berani berkata apa-apa saat aku dimarah ibuku. Aku yang senang saat matahari mulai muncul. Dan rajin berangkat ke sekolah untuk segera belajar dan bermain dengan teman-teman. Aku yang tak pernah lupa mengingatkan ibu , nenek ,dan kakek untuk solat. Saat aku mulai mengingat semua kenangan indah itu , dan aku mulai terjerumus dalam akan khayalanku , aku tersadar bahwa aku sedang tak bersama mereka, semua itu hanyalah masa lalu yang indah. Aku tak tahu harus berbicara pada siapa , rasanya ingin ku ungkapkan rasa bersalahku ini pada keluargaku , tapi sekarang aku sebatang kara, tak bisa apa-apa.
“Rasyit , kau ini tak bisa apa sehari saja tak memandang poster wanted itu..?? Kerja Rasyit, kerja...mau makan apa kau jika tak mengeluarkan suara dalammu itu,...hey, lihat ke arah sana, perumahan idaman bro, buruan..!” Kaget teman Rasyit saat dia sedang memandangi poster itu. Dia sekarang hanya tinggal bersama temannya Jono, mereka mencari uang dengan cara mengamen di jalanan dan di perumahan-perumahan pinggir kota. Jono sering mengajak Rasyit datang ke perumahan Cermai , karna katanya itu adalah perumahan idamannya. Rasyit  hanya nurut dan ikut saja apa kata Jono saat itu.
 “Capek bro, kita duduk sini dulu.”ajak Jono setelah lelah memutari perumahan idamannya itu.“Aku masih cinta, aku masih sayang walau kau sakiti hatiku,oohooo aku masih cinta,dan aku masih sayang walau kau sakiti hatiku,sakiti hatiku...” genjrengan gitar tua yang merdu ditambah suara khas yang menggugah hati untuk mendengarkannya itu dimiliki oleh Rasyit.
Rasyit dulu adalah seorang anak laki-laki yang dilahirkan oleh seorang gadis bernama Julaikah. Julaikah adalah anak yang berparas cantik, dia adalah kembang desa di kampungnya. Dia lulusan dari SMA Tanah Putih Surabaya. Orangtuanya melarangnya untuk pacaran karna bagi orangtuanya usia Julaikah masih usia mudadan labil. Tetapi Jul masih bisa berbohong pada orangtuanya tentang pacaran. Harno, pacarnya, suatu hari mengajak Julaikah menonton bioskop sambil merayakan kelulusan mereka.
“Jul, nanti aku jemput ya.” Ajak Harno. “Mau kemana Har?” jawab Julaikah sambil mengerutkan alis tebalnya itu.
“Mau ada acara pesta di Bioskop kota Jul, banyak teman lulusan SMA tahun ini yang ikut, ayolah Jul , kau ikut partisipasi dalam acara ini. Datanglah bersama kakang masmu ini.”bujuk Harno.
“ Maaf mas Har , bukannya aku menolak ajakanmu, tapi aku takut sama bapak mas, bapak tidak pernah memperbolehkan aku keluar malam.”jelas Julaikah. “Masalah bapak gampang, nanti malam biar kang mas yang meminta izin kepada bapakmu, jadi kamu siap-siap saja ya, dandan secantik mungkin.”rayu Harno lagi. “Ah, mas ini untuk apa aku berdandan cantik-cantik jika nantinya bapak tak mengizinkanku untuk pergi.”kata Julaikah. “ Kamu ini harus positif thinking dong Jul, pasti boleh, lagipula kau ini kan sudah besar dan sudah lulus, pasti boleh.Percaya sama kakang, ya..”nasehat Harno. “Baiklah mas, coba nanti saya bicarakan sama bapak. Jangan jemput malam-malam ya mas..”pinta Jul.“Siap tuan putriku...sampai jumpa nanti sore jam 5 ya.,aku pasti menjemputmu.”rayuan gombal Harno meletus bak gunung merapi yang mengeluarkan magma dahsyatnya.
Jul yang polos itu langsung tersipu mendengar rayuan Har. Mereka lalu berpisah dan kembali ke rumah mereka masing-masing.
Sore itu Harno berdandan rapi memakai parfum kembang 7 rupa , wanginya sampai tercium hingga depan rumah. “ Bau apa ini , Harnooo , Harnoo ibumu pulang ini..woiii Harno , gemblung, sini sekarang aku takut ibumu pulang ini , pasti dia marah jika melihatku membawa botol alkohol ini , dan pasti dia akan pergi lagi jika dia mencium bauku dengan bau alkohol...Harnoo kesinii.......!!!”teriakan takut dan rasa cemas ayah Harno itu terus berkumandang saat Harno masih di dalam kamar. “Ahh, bapak ini berisik sekali sih, siapa yang pulang,heee siapa? Ibu? Mimpi kamu ini pak , ibu itu sudah meninggal 5tahun yang lalu. Jangan gila bapak ini. Ngawur saja kalau bicara..ahhhh!”tegas Harno ke bapaknya yang sedang ketakutan. “Sreeppp,sreepp,sreeppp” suara hidung bapak Harno sedang mencium bau harum seperti bunga tadi saat Harno sedang berada di depannya.
“Sentoloyo, ternyata parfummu to..oooo dasar bocah gemblung, kamu ini mau kemana hee, pake parfum kembang 7 rupa ,dandananmu rapi kayak gini,mau kemana hee mau kemana???” curiga bapak.
“Hehehehe, bapak ini kayak gak pernah muda aja , yo mau apel lah pak , ini kan malam mingggu , Harno juga sudah lulus SMA, boleh to pak???heee???”rayu Harno sama bapaknya yang lagi setengah mabuk. “Hahahahahha , hahah boleh,boleh, hayoo siapa pacarmu hee, cantik,sexy,mulus,putih??heee??hahahahah” konyol bapak. “ Haahh bapak ini mau tau aja, nantilah pak , saya kenalkan ke bapak, sudah aku mau berangkat dulu. Habiskan itu minuman bapak, nanti ibu keburu pulang,haha.” Jail Harno. “Sialan kau,!”jawab bapak sambil telingukan masih punya rasa takut.
Harno ditinggal ibunya sejak 5 tahun lalu , sejak itu dia hanya tinggal bersama bapaknya yang rajanya mabuk dan judi. Awalnya Harno nek dengan keadaan itu, tapi sekarang dia malah sudah terbiasa akan hal itu dan seikit demi sedikit meniru kelakuan buruk bapaknya itu.
Jam 5 pas dia sampai di rumah Julaikah. Jul yang mendengar suara motor GL-pro pacarnya itu langsung mengusaikan diri dari berdandan dan mengintip dari jendelanya yang diselimuti oleh korden tebal.. “Ahh...mas Harno benar-benar datang menjemputku, betapa setianya dia padaku.huuhh...” kagum Jul kepada kakang masnya itu. “Assalamualaikum,..” “ Tok,tok,tok...” Ucapan salam Harno dan ketukan pintu itu mengagetkan bapak Jul yang sedang membaca koran di depan televisi. “Hmmm,hmm walaikumsalam. Ada apa mas, cari siapa?” tegas bapak Jul.. Jul yang mendengar bapaknya berkata seperti itu langsung seketika berdebar hatinya , kencang sekali. Dia takut jika tidak boleh pergi dengan Har. “Saya Harno pak, teman Jul ,saya kesini berniat untuk mengajak Jul pergi ke pesta di Bioskop kota untuk menyaksikan film perpisahan SMA kami pak. Jul ada pak?” jelas Harno akan maksut kedatangannya itu. “ Jul....Julaikah.....mrene nduk..” Nggih pak, ada apa pak? loo,mas Har sudah datang to..” kaget pura-puranya Jul. “Jadi ini bener temanmu nduk?”tanya bapak “Injih pak , betul ini teman Jul.”jawab Jul dengan lembut. “Har, bapak percayakan Jul kepadamu, tolong jaga dia sampai waktunya pulang. Jam 9 malam harus sudah sampai rumah.” “Wahh , jadi bapak mengizinkan kami untuk pergi? Terima kasih pak, terima kasih..” kata Har sambil mencium tangan bapak Jul. “Makasih bapak , saya janji jam 9 sudah sampai rumah, ya kan mas ?”kata Jul.. “Ya Jul, jam 9 sudah sampai rumah.” Kata Har menambah rasa yakin bapak Jul terhadapnya. “Baikah ,kalian pergi sekarang saja biar nggak kemaleman.”nasehat bapak Jul dengan ramah. “Iya pak, assalamualikum, titip salam saya ke ibu pak ya kalau nanti ibu sudah datang.”pamit Jul pada bapaknya. “Pasti nak,hati-hati.”sahut bapaknya dengan muka agak cemas. “Pak,saya pamit dulu, permisi...”kata Har pada bapak Jul. “Ya,ya...hati-hati dijalan,tolong jaga Jul benar-benar.”pesan bapak Jul padanya.
Saat itu pula mereka berdua berboncengan naik GL-pro milik Har. Saat ditengah perjalanan Har berkata “Jul, pegangan yang erat , nanti jatuh..” “Jangan merayuku terus mas, aku jadi malu.”jawab Jul dengan nada rendah dan senyumnya yang manis.
Sejenak diam tanpa kata diperjalanan menuju bioskop , tak ada satupun dari mereka yang mengalah memulai berbicara dulu. Jul merasa sangat sungkan saat dia disuruh berpegangan perut Har yang gagah itu. Har hanya tersenyum melihat senyuman Jul dari kaca spion. Tak kuasa menahan nafsu , Har langsung berganti arah menuju daerah hutan. “Mas, mau kemanakah kita? Kok berputar arah? Apa ada yg ketinggalan?”tanya Jul cemas. “Oh,iya ada Jul, saya lupa beli bensin, saya mampir pom bensin dulu ya..”kata Har berpura-pura. “Tapi pom bensinnya sudah lewat mas, tadi disana pom bensinnya..kita mau kemana, kok gasnya ditambah mas, mas, pelan-pesan saja mengendarai motornya..”kata Jul sambil mengeplak pundak Har. Sesaat kemudian , Har berhenti di daerah persawahan yang sepi. Disitu Har melakukan aksi jahatnya, dia merayu Jul agar mau diajak melakukan perbuatan yang tidak semestinya mereka lakukan. Karna Jul menolak mentah-mentah , Har terpaksa melakukan hal itu dengan cara memaksa. “Jangan mas, jangan lakukan ini padaku , aku mohon mas, jangannnnn!”teriak dan mohonan Jul pada pacarnya itu terus diucapkannya. “Haah , diam kau, bukankah kita ini sudah lulus SMA ?  Apa salahnya hee, tenang saja tidak akan ada yang tahu , kamu cukup diam dan tenang! Ngerti kamu!” kata Har kasar pada Jul. Jul tak menyangka akan seperti ini jadinya. Dia kenal Har sudah lama , tak pernah dia berani menyentuh Jul sedikitpun. Tapi , kali ini benar-benar tak bisa Jul mengerti kenapa Har trga berbuat seperti ini padanya. Karna Jul terlalu banyak gerak , Har akhirnya terpaksa menyuntiknya dengan obat penenang , dan akhirnya Har dapat leluasa melakukan aksi kejamnya itu. Entah berapa jam dapat bertahannya obat penenang itu , setelah Har puas dengan aksinya, Jul dicampakan begitu saja olehnya. Sungguh kejam hati yang dimiliki Har. Malang sekali nasib yang diderita Jul , gadis manis,cantik dan incaran setiap pria itu ternoda tanpa sengaja.
Jam 9 malam tepat. Bapak Jul menanti kedatangan putri semata wayangnya itu.
“Dimana Jul kiranya ini , katanya jam 9 sudah sampai rumah, tapi kenyataannya belum juga datang. Awas saja nanti kalau sudah pulang.!” Bengis bapak Jul senndirian di teras rumah. 5 menit kemudian , ibu Jul datang dari dapur membawakan secangkir kopi hangat untuk bapak. “Pak, ini kopinya diminum dulu. Pak, kenapa Jul belum pulang juga ya pak , bukannya janjinya hanya smpai jam 9 pak...ibu jadi khawatir pak..”cemas ibu Jul. “Bapak ini juga khawatir buk , anak ini memang tidak bisa dipercaya , omongan saja yang ada tong kosong berbunyi nyaring!”bengis bapak sambil mencari kunci motornya. “Pak , mau kemana?” tanya ibu Jul. “Ya mau nyusul Jul ke bioskop kota lah buk, bapak ini khawatir dengan keselamatan anak semata wayang bapak buk..!”jelas bapak. “Ibuk ikut to pak, ibuk juga khawatir sama Jul pak..”rengek ibu Jul ingin ikut mencari anaknya. “Ibu ini gimana to , kalo ibu ikut, la nanti Jul ditaruh dimana? Di slebor motor? Iya?” kata bapak sambil mringis, untuk membuat ibu agar lebih tenang. “Bapak ini kok aneh-aneh aja to ngomongnya , ibu ini beneran pak.”jengkel ibu.
Jul yang sekarang ini masih berada di sawah , baru saja sadar. “Aku masih disawah, ohh ya tuhan apa salahku kepadamu ya tuhan, sehingga engkau beri aku cobaan yang begitu menusuk hati ini ya tuhan. Hamba ternoda ya tuhan , hamba kotor...hamba tak pantas lagi mengharap surgamu. Ya tuhannnnn ,kenapa engkau tega memberi cobaan ini padaku....kenapaaaa....!!!” isak tangis penyesalan dia rasakan saat itu. Betapa malang nasib Jul kala itu. Dia masih ingin meneruskan sekolah dan menggapai cita-citanya, tapi ini yang terjadi , sungguh tak pernah ada prasangka sedikitpun tentang ini dihati Jul. Jul pulang dengan keadaannya yang seperti itu. Jul menelusuri jalan tanpa bicara. Dia bak orang gila menangis. Air mata terus bercucuran di sepanjang jalan menuju rumahnya. Dia kecewa, dia sakit hati, dia marah, dia kesal pada Har. Semua rasa itu mengumpul menjadi satu yang mengakibatkan strees yang amat dalam diri Jul... Dia tak tahu harus berkata apa pada bapak dan ibunya dirumah. Di benaknya dia hanya mengingat-ingat ucapan Har “Haah , diam kau, bukankah kita ini sudah lulus SMA ?  Apa salahnya hee, tenang saja tidak akan ada yang tahu , kamu cukup diam dan tenang! Ngerti kamu!”. Itu , itu , dan hanya kata itu yang selalu melintas  dipikirkannya. Dia lesu , dia lemas. Penyesalan yang tiada pernah henti. Dia hanya bisa berjalan dan terus berjalan. Sering kali dia terjatuh dan menangis. Isak tangisnya dapat menandakan apa yang sedang terjadi padanya.
Saat Jul terus berjalan , tanpa sengaja dia melewati sungai berarus deras. Dia berhenti sejenak. Dia menjatuhkan dirinya di pinggir jembatan. “Aku tak bisa menahan malu ini, aku kotor , aku hina , aku tak pantas dimiliki seorang perjaka lain karna ku telah ternoda....!!! Apa yang dpat aku lakukan lagi di dunia ini , aku hanya akan menanggung malu dan membebani orang tuaku karna aib yang aku ciptakan. Ya tuhanku , apakah ini balasmu kepadaku yang selalu taat kepadamu ya tuhan,..apa ini balasanmu kepadaku yang berusaha sekuat mungkin untuk tidak lalai dalam mengerjakan perintahmu. Aku hina, aku kotor................................!!!” jeritnya untuk sedikit melepas beban yang dialaminya.
Saat Jul berada di pinggir jembatan , tak sengaja bapaknya lewat. Di berhentikan sepeda motornya lalu menghampiri anak semata wayangnya itu. “ Nduk, Jul...ini kamu nduk, masyaallah...kamu kenapa nduk, jawab bapak...dimana Har?”cemas bapak sambil memegang pundak anak semata wayangnya itu.
“hmmmm,hmmm bapak.........maafkan Jul pak, maafkan.....”tangis Jul menambah jadi setelah bapaknya menghampirinya. Dia menangis sambil memeluk bapak tercintanya itu dan tiada henti mengucap maaf. Entah berapa kata maaf yang diluncurkan oleh bibir manisnya itu.
“Sudah, sudah.....menangilah dipundak bapak nduk anakku, bapak tidak akan marah padamu dan akan memaafkanmu...bapak sayang kamu nduk.”kata bapak memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. “Ayo, kita pulang saja, kasihanibumu sendiri mnenunggumu dari tadi sore di rumah, dia cemas akan dirimu. Jelaskan saja semuanya di rumah nanti.”jelas bapak.
Ibu yang sedang menunggu mereka dirumah , cemas jika terjadi apa-apa dengan putrinya. Penantiannya terunjung pada saat Jul dan bapaknnya datang. “Jul.....anakku, gusti allah nduk...kamu kenapa? Crita nduk, kamu kenapa?”cemas dan bingung ibu Jul saat Jul dan bapaknnya datang. “Sudahlah bu , biarkan dia mandi dulu, dia capek. Bapakj juga tidak tahu apa yang terjadi padanya.”jelas bapak. “Haahh, yowes nduk , kamu mandi dulu.”kata ibu dengan nada penyesalan.
Seusai mandi dan membersihkan badan , Jul menghampiri ibu dan bapaknya di ruang tengah.
“Bu, Jul kotor...Jul ternoda bu,...hemmm,hemmmm,”rengek Jul pada ibunya.
“Maksut kamu apa nduk? Ibu ndak ngerti...”tanya ibu beingung mendengar rengekan Jul.
“Iya nduk , kenapa?”sela bapak.
Setelah Jul menceritakan semua yang dialaminya , dia berhenti dan menangis tersedu-sedu. “Jul.......tega sekali Har padamu nduk, ibu tidak rela anak ibu dinodai orang yang bukan suaminya. Pak , ibu minta bapak bertindak tegas pak, kasihan Jul pak...”rengek ibu
“Kurang ajar ! Berani-beraninya dia menyentuh kesucian anakku. Besok bapak akan datang menemuinya!” bengis bapak.
Keesokan harinya , Jul bersama bapak dan ibunya datang kerumah Har. Sesampai dirumah Har, bapak mengetok pintu. “tok,tok,tok...Har,...keluar kamu...Har.....!”teriak bapak marah.
“Sabar pak, malu dilihat tetangga.”kata ibu. “Sabar,sabar bagaimana bu, anak kita itu korban bu,! Har....keluar kamu sekarang jangan sembunyi di dalam.!”bapak semakin bengis. “Iya, pak tapi....” belum selesai pembicaraan ibu bapak Har keluar.
“Heeh , siapa kamu hee, ini itu masih subuh , sudah ada tamu, mana teriak-teriak lagi. Ndak sopan tauu heee....!” kata bapak Har sambil membukakan pintu. “Jam segini kok masih subuh, dasr orang tua gemblung.”bisik ibu Jul.
“Emmhh , baumu ini bau apa hee? Kamu habis mabuk ya?” kata bapak Jul sambil menutup hidungnya. “Ahhh, bukan urusan kamu. Mau mabuk mau enggk itu hidupku , bukan hidupmu, aaaa atau jangan-jangan kamu kesini mau minta 3 botol hee?hahahahahha, masuk,masuk, kita pesta sampai malammm,hahahaha!”kata Bapak Har.
“Gila kamu ini! Saya dan keluarga saya kesini mau menemui anakmu , Harno ,dia itu sudah kurang ajar sama anakku. Dia berani menodai anak semata wayangku ini tadi malam, dan setelah dia puas, dia menelantarkan anakku begitu saja di sawah. Apakah tidakpunya rasa kemanusiaan sedikit anakmu itu heee? Mana dia?”jlentreh bapak Jul dengan emosi tinggi. “Ini yang katanya pacarnya Har? Woooww, hehe cantik sekali, hebat anakku itu dapat gadis kayak dia ini.hehe!” genit bapak Har.
“Kamu ini bisa sopan sedikit atau tidak,hee!  Mana anakmu yang pecundang itu hee?”sengak bapak Jul.
“Heh , kamu hati-hati ya kalau ngomong, anakku itu anak yang berbakti. Dia sudah aku kirim ke  Jambi untuk membantu pamannya disana. Jika tadi malam ada apa-apa sama anakmu itu, jangan salahkan anakku lah..memang mana buktinya?”kata bapak Har.
“Ini , buktinya anakku.! Jika suatu saat terjadi apa-apa dengan anakku , Har yang harus bertanggung jawab. Sudah ayo bu jangan lama-lama disini, bapak tidak tahan dengan aroma alkohol disini.” sengak bapak.
“Haahh , siapa peduli hee, balik sana , balik....!” marah bapak Har.
Kecewa yang sangat mendalam dirasakan oleh keluarga kecil itu. Terutama Julaikah , dia sangat terpukul akan hal yang sedang ia timpa. Oh, Jul, tegarkan hatimu. Di dalam perjalanan yang penuh penyesalan dan kekecewaan itu , Jul berkata “Pak , saya mau turun disini saja.!” “Kenapa nduk? Ada apa?”cemas bapak. “Tolong pak , turunkan saya disini.”paksa Jul. Diberhentikan mobil tua milik keluarga kecil itu oleh bapak Jul. Mereka berhenti pada pinggir taman.
“Disini pak , saya mau disini , sendiri...tolong pak,buk, tinggalkan saya sejenak, saya ingin menenagkan fikiran saya , saya lelah buk,pak...”rengek Jul. “Tapi nduk , keadaanm belum stabil , ayolah nduk , kita pulang saja , besok kan kita akan pergi pindah ke Solo , jadi banyak yang harus disiapkan..”jelas ibu Jul. “Benar nduk kata ibumu itu. Sudah ayo kita plulang saja.”lengkap bapak. “Maaf, tidak pak, saya benar-benar ingin disini. Untuk yang terakhirkalinya pak. tolong izinkan saya...”pinta Jul dengsn muka memelas. “Baiklah Jul, bapak izinkan, demi kebaikan kondisi kamu agar tidak terlalu stress.”kata bapak. “Makasih pak.” kata Jul sambil memeluk bapak dan ibunya.
Dalam kesendirian , Jul menangis terisak-isak , dia ingat akan kejadian malam itu. Jul tak tahu dengan nasibnya dimasa depan bagaimana. Jul berusaha untuk tegar , tetapi dia butuh seorang teman untuk menemaninya. Tiga jam dia duduk manis disitu. Rasa bosan telah menyelimutinya. Jul memutuskan untuk pulang.
Sesampai dirumah , Jul membereskan barang-barang dan pakaiannya ke dalam koper. Hari esok telah tiba , ini saat dimana harus melupakan semua kenangan indah di dalam rumah , kenangan indah di luar rumah , kenangan indah di sekolah , dan kenangan buruk di sawah malam itu.  Perjalanan menuju Semarang sangat melelahkan dan ampuh menekukkan wajah manisnya itu.
Jam 5 sore tiba di Semarang. Rasa lelah yang dirasakan keluarga kecil itu semakin lengkap setelah melihat rumah lamanya itu banyak terselimuti oleh debu. “Bu , rumah kita banyak debunya ya..”kata bapak Jul pada ibu Jul. “Ya iya dong pak , lawong udah lama ndak dipakai kok , bapak ki yo aneh..”kata ibu Jul sambil membawa kopernya. “Seperti hatiku yang penuh dengan debu kotor buatan Har. Ya tuhan , kenapa aku masih mengingat kejadian itu?” katanya dalam hati. “Ayo Jul , bawa kopermu dan masuk ke kamar, sebelum tidur mandi dulu dan rapikan tempat tidurmu sendiri ya.”kata bapak Jul. Jul menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa bulan di Semarang , Jul mulai merasakan mual yang sangat amat mengtidakenakan tubuh mungilnya itu. Jul diam-dian memeriksakan diri ke dokter karana dia takut terjadi apa-apa dengannya. “Bagaimana dok, ?” “Selamat , anda hamil 3 minggu. Tolong jaga kehamilan anda , karna ini masih kemahilan pertama.” Jelas dokter dengan ramah. “Haa, saya hamil dok ,?” kaget Jul dengan muka shok. “loo, iya, saya yakin ini positif. Kenapa mbak, anda sudah menikah kan?”tanya dokter curiga. “Emm , iya dok, tapi kebetulan suami saya sedang kerja jadi saya datang cek up sendiri.”katanya sambil kebingungan. “Oh ya sudah, saya pesan anda tetap jaga kesehatan.”nasehat dokter. “Baik dok, terima kasih.”
Jul, keluar dari ruang dokter dengan muka kusut dan mata hampir mengeluarkan air mata. Jul tertekan akan hal ini , dia tau , dia sudah lama tidak ada kontak dengan Har , dan sekarang dia sudah mengandung anak dari Har , tapi Har tak ada disampingnya. “Assalamuaalaikum buk,..”rintih Jul sembari memasuki rumah. “Walaikumsalam , kamu kenapa Jul, kamu nangis nduk ?” tanya ibu Jul sambil memegang pundak Jul untuk melihat wajahnya lebih jelas lagi. “Buk,....saayaaa...”katanya disambi dengan tetesan air dari mata sipitnya itu. “Kenapa nduk, kenapa? Katakan sama ibuk nduk, kenapa?”tanya ibu Jul dengan muka penasaran dan cemas. “Aku hamil buk.!” langsung dia menangis dan menundukkan diri di bawah kaki ibunya. “Apaa, ya allah nduk......bagaimana kalau bapakmu tau?”kaget ibu sambil meneteskan air mata penyesalan. “Maafkan Jul bu , Jul juga tidak mau seperti ini, Jul malu bu , Jul ingin menyudahi hidup Jul saja bu , dari pada Jul harus menciptakan aib untuk keluarga ini bu, Jul tidak mau bapak dan ibu malu karna Jul.”kata Jul dengan segala keputus asaannya. “Jul , ibu tidak akan malu Jul , karna ini juga tidak kehendakmu, ibu dan bapak mengerti Jul, jangan kau putus asa , dan berniat untuk bunuh diri nak , itu dosa besar Allah tidak suka dengan orang yang putus asa nduk. Ibu dan bapakmu janji akan setia berasa disampingmu dan melindungimu dari hinaan masyarakat dan dalam mengurus kehamilanmu hingga kamu melahirkan nduk.”kata ibu. “Bu , bagaimana Jul akan menjawab jika anak Jul tanya tentang keberadaan  ayahnya bu?”rengek Jul. “Yng terpenting sekarang , kamu harus bertahan dan kuat menjalani segala cobaan dari Allah , ini cobaan nduk , ingat , Allah tidak akan memberi kita cobaan diluar batas kemampuan kita , yang terpenting kamu tetap taat dengan perintah-Nya.” “Iya bu , pasti, bantu Jul untuk bilang ke bapak tntang ini ya bu , Jul malu bu.”kata Jul. “Iya nduk, pasti.”
Setelah bapak Jul tau akan hal itu , dia kaget dan emosi. Jul merasa angat bersalah melihat respon bapaknya akan cerita bahwa dia hamil. Tetapi bapaknya tidak mau membat Jul kembali putus asa , dia sekuat tenaga menahan malu dan amarahnya di depan anak semata wayangnya itu. Dia bijaksana dalam memberi pengertian kepada Jul. Jul menjadi lebih tenang setelah dia diberi pengertian oleh bapaknya.
Sembilan bulan sepuluh hari , tepat pada tanggal 17 Agustus 1991 Rasyit dilahirkandari rahim muda Jul. Dia kelihatan lucu dan mungil. Hidungnya mancung seperti ibunya , wajahnya mirip Har. Jul bercucuran air mata mendengar suara tangis bayinya itu. Jul bahaia karna anaknya lahir dengan normal. “Anakku , ya allah...ini ibu nak , ibumu...ibu sayang denganmu nak , sangat sayang sampai kapanpun, walaupun kau adalah anak yang sebenarnya tidak ibu harapkan terlahir terlebih dahulu. Ibu janji akan selalu menjagamu nak , akan selalu mendidikmu agar menjadi anak yang berbakti dan berguna bagi masyarakat.” Dikecup kening anak bayinya itu dengan lembut. Ibu dan bapak Jul menangis melihat kejadian haru ini.
Setelah menjalani beberapa tahun tanpa seorang ayah , Rasyit tepat umur 17 tahun bertanya kepada ibunya, “Bu, kini Rasyit tepat berumur 17 tahun, apakah ibu masih belum mau bercerita tentang ayah? Rassyit ingin mendengar cerita tentang ayah bu, dimana ayah sesungguhnya bu,?”tanya Rasyit mendesak. “Rasyit, sudahlah nak, ayahmu sudah lama meninggal sejak engkau masih didalam kandungan ibu. Ayahmu adalah lelaki yang gagah , kuat , dan mirip sepertimu tampan, hidungmu,matamu,alismu,parasmu mirip sekali dengan ayahmu....”terteteslah air mata Jul saat dia membelai lembut wajah anaknya. “Bu, kenapa ibu menangis? Apa ibu teringat ayah? Beri tau aku bu, dimana makam ayah, aku ingin mendoakannya  bu.” kata Rasyit lembut. “Emmhh , baiklah nak , akan ibu ceritakan. Dahulu , saat ayahmu masih SMA , dia selalu menjaga ibu , dia tidak pernah macam-macam terhadap ibu, dia anak yang pintar , taat , sopan, makanya ibu sayang trhadap ayahmu. Namun semua rasa itu hancur ketika ayahmu melakukan hal yang tidak ibu duga.” Jul berhenti beercerita dan meneteskan air mata.  “Hal apa bu?”tanya Rasyit penasaran. “Ayahmu menodai ibu ketika kita hendak pergi merayakan hari kelulusan kita. Ibu dijebak ayahmu dan setelah ayahmu puas melakukan apa yang diinginkannya ditinggallah ibu dengan keadaan seperti itu disawah. Ibu sakit hati dengan perlakuan kejam ayahmu. Ibu merasa setan apa yang merasuki tubuh ayahmu sehingga dia berkelakuan seperti itu. Setelah kakak dan nenekmu tau , ibu di bawa ke Semarang. Setelah beberapa bulan ibu merasa ada yang aneh dalam diri ibu , lalu ibu memeriksakan diri kedokter dan kata dokter ibu positif mengandung dirimu Syit. Ibu tak kuat dengan cobaan yang terus menimpa ibu , ibu hampir putus asa dan bunuh diri. Tapi nenekmu masih dapat mencegah ibu , karna sesungguhnya ibu juga kasihan denganmu , bayi yang tak tau apa-apa menanggung akibat yang bermodus cela’an dari keluarga lain jika lahir.”jelas ibu panjang. “Haaaa , jadi ayah sebetulnya belum meninggal bu , ayah masih hidup? Dan aku adalah anak haram bu??” kaget Rasyit sembari memulai meneteskan air matanya. “Nak , maafkan ibu karna telah membohongimu selama ini. Ibu khilaf nak , maafkanibu.” Rengek Jul pada anaknya. “Ibu jahat ibu pembohong! Rasyit benci pada ibu!” bengis Rasyit karna sedang emosi dan tidak menerima keadaannya dimasa lalu.dia menuju dalam kamar dan keluar lagi dengan membawa tas. “Rasyittt..kamu mau kemana nak?tolong nak , tolong maafkan ibu , jangan tinggalkan ibu nak...ibu sayang Rasyit...sungguh...”rengek ibu pada Rasyit. Rasyit hanya diam dan meneteskan air mata. Dan pergi.
“Rasyiiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt.............!hmmmm, hnmmm ya allah kenapa kau tega tinggalkan ibu nak,?”tangis Jul saat Rasyit pergi dari rumah.
Kini berfikir tak tau kemana arah jalannya. Dia tetap melangkahkan kaki dan terus melangkahkan kakinya. Termenung dan terus termenung.
“Aku tak ingin menjadi anak haram. Aku bukan anak haram. Aku bukan anak haraaaaaaaaaaaaammm!”teriaknya di pinggir jalan sambil menendang botol air mineral dan mengenai seorang pria. “Sialan....eh, siapa yang nglempar botol ini ke gua...!”marah seorang pria tadi sambil telingukan mencari siapa yang melemparnya dengan botol air mineral dan pas mengenai kepalanya.”Eh mas, maap, sorry-sorry...pisss!”katanya sambil lari karna takut. “Hey, berhenti kamu!”bentak pria tersebut. Mereka berkejar-kejaran hingga lelah. Nafas yang tak bisa berhembus dengan normal membuat langkahan kaki Rasyit terhenti di pojok lorong gelap sebelah rumah kecil di pemukiman kumuh. “Hey, stop kamu!”kata seorang pria yang di halaman pertama disebut dengan Jono. “Ampun mas, ampun...saya tidak sengaja..tolong mas jangan pukuli saya..saya tidak punya apa-apa mas, sungguh.”mohonnya dengan penuh kemelasan. “Heh, bangun kamu! Siapa yang mau mukulin kamu? Kamu ini tidak tau apa ya, tas kamu ini lo, kamu tinggal di sana tadi.”katanya sambil mringis-mringis sendiri melihat kelakuan Rasyit. “Haaa..??”mlongonya dan menatap ke atas tepatnya ke muka Jono karna posisi Rasyit sedang menunduk mirip memohon ampun. “Hahaha,kamu ini lucu banget deh , hahaha.”tawa Jono dalam kebingungan yang dirasakan Rasyit. “Jadi, kamu tidak marah karna kepalamu tadi kena tendangan botol dari kakiku?”tanya Rasyit bingung. “Hahaha, aku tau , kamu ini sedang galau ya kan? Tapi ngomong-ngomong maut juga tendangan kakimu.”gurau Jono. “Ah, kamu, aku minta maaf ya, aku tak sengaja, iya aku sedang galau. Karnaa..”katanya lalu menundukkan kepala dan meneteskan air mata. “Aku Jono. Anak jalanan yang tiap hari kerjaannya ngamen di lampu merah. Ya, itu kerjaanku tiap hari, hasil uang ngamen aku bagi jadi 2, yang sebagian untuk makan dan sebagian untuk foya-foya. Beli minum, judi, bayar tatoan dan lain-lain yang penting aku senang. Oh ya, kamu ini mau kemana , kok malem-malem gini?”crita singkat Jono yang membuat Rasyit termenung apakah dia akan seperti itu ketika dia berad dalam kehidupannya sekarang. “Emm,aku Rasyit, aku baru saja kabur dari rumah.”katanya singkat dan seketika itu pula munutup mulut tipisnya dan menunduk. “Kabur??kamu bosan dirumah? Aku aja pengen punya rumah, kamu yang enak ada dirumah kenapa kabur?lalu kamu mau kemana ini?”tanya Jono. “Gak tau, aku bingung mau kemana. Emm, aku boleh ikut kamu ngamen?”tanya Rasyit karna dia tidak punya pilihan lain untuk meneruskan hidup. “Tapii, kamu harus rela tubuh putih bersihmu ini jadi coklat kotor dan bau jika akan bersamaku, ya..karna rumahku juga mungkin tak sebagus rumahmu.”kata Jono menjelskan keadaan asslinya. “Iya gak papa, yang penting aku bisa meneruskan hidupku. Aku kan juga butuh makan. Oiya, aku boleh tinggal bersamamu?”tanya Rasyit smbil mengerutkan alis tebalnya itu. “Tentu, tapi jangan kaget ya.”kata Jono membuat penasaran Rasyit.
Mereka mengobrol di sepanjng jalan menuju rumah Jono. Dalam hati Rasyit, dia tidak sabar untuk sampai di rumah Jono karna sudah lelah berjalan. Sesampai di rumah Jono, rasa keinginannya untuk merebahkan badannya di kasur yang empuk berubah 360o jadi pengen pulang kerumah. Tapi karna tidak  enak dengan Jono takut tersinggung dan karna tidak ada pilihan lain untuk tinggal , dia terpaksa tidur di tanah yang hanya beralaskan kardus. Dari situlah ceerita Rasyit bersama Jono dimulai.
“Tasmu itu untuk bantalan ya, karna aku tak punya bantal. Jika aku tidur ya, tanpa bantal guling.”katanya dengan nada standart. “Oh ya, tidak apa-apa kok. Kamu sudah mau menampung akau saja aku sudah terima kasih banyak.”Jelas Rasyit pada Jono. “Yasudah, tidur sana, besok jika kau mau, ikut aku ngamen agar bisa makan untuk sehari.”ajak Jono sambil merebahkan badannya ke alas kardus. “Oo..iya, aku sedikit-sedikit bisa main gitar kok, kebetulan aku membawanya.”lengkap Rasyit mengakhiri percakapan malam itu.
Rasyit akhirnya tinggal bersama Jono. Dia makin hari makin bisa beradaptasi dengan lingkungan Jono yang begitu parahnya. Rasyit yang dulunya alim dan pendiam, berubah menjadi arogan dan urakan.
Sekarang sudah 3 tahun dia tinggal bersama Jono. Tinggal di daerah yang super keras dan mengenaskan. Kumuh,kotor,bau dan lain sebagainya. Sifat Rasyit pun berubah total sejak dia bersama Jono. Menjadi semakain keras dan sudah berani merokok. Baginya, rokok aadalah makanan pokoknya tiap hari. Masyaallah, apa yang akan Jul katakan dan rasakan jika melihat anak semata wayang yang dia asuh sendiri sejak belum lahir menjadi seperti ini.
                                                            --0o0o0o0--
Jul, dengan segala usahanya mencari Rasyit dengan penuh keyakinan. Tapi selama ini pun tak aada kabar tentang Rasyit. Entah bagaimana nasib anaknya pun dia tak tau. Apakah masih hidup atau sudah mati juga dia tak tau. Mulai dari pengumuman berita di tv, di koran, radio hingga poster yang tertempel di berbagai tempat di pinggih jalan. Poster itu yang sering di lihat Rasyit saat ngamen. Hidupnya kini tidak karuan karna Rasyit sudah mencoba rokok dan narkoba. Katanya, dia selalu mengingat masa lalunya jika tidak memakai narkoba. Sungguh , tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Jul jika melihat anaknya seperti ini. Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Bulan berganti bulan. Hari ini,bulan ini ulang tahun Rasyit yang ke 21 tahun. Dia teringat saat dia berusia 5 tahun. Ulang tahunnya dirayakan denagn begitu meriahnya. Membuat iri hati Rasyit saat ini.
“Aku tak tau kenapa aku sekarang menjadi seperti ini, tubuhku sakit sekali, tak ada uang untuk membeli obat lagi. Badanku lelah, bahkan untuk duduk saja sudah tidak bisa. Apa yang harus aku lakukan?” kata Rasyit dengan bdan gemetaran karna dia sudah 2 hari tidak mengkonsumsi narkobanya karna tak punya uang untuk membelinya. Rasyit mulai brfikir bahawa apa yang dilakukannya itu salah. Tak semestinya dia berbuat semua ini. Sudah berulang kali dia melihat,mendengar,membaca segala macam usaha ibunya untuk kepulangannya. Tapi, hany sia-sia karna dia tak pernah menggubrisnya sedikitpun. Hanya terkadang ingat, lalu menyuntikan narkoba ke dalam tubuhnya dan hilang ingatan itu tentang ibu dan masa lalunya.
Dia berusaha untuk berjalan, berdiri dan melangkahkan kaki. Sesaat dia terjatuh dan berdiri lagi. Dia keluar rumah dan berjalan menuju rumah ibunya. Entah berapa kali dia terjatuh saat masih berada di jalan, tak terhitung olehnya. Rasa sakit yang terus menari-nari dalam tubuhnya tidak dapat menghalangi tekatnya untuk meminta maaf pada ibunya. Jalannya semakin menylewang, pandangan matanya kabur. Dan tepat 3 kali ketokan pintu dia terjatuh dan pinsan. “tok,tok,tok” itulah gerakan terakhir yang diciptakannya untuk ibunya.
“Ya....tunggu sebentar.”teriak Jul dari dalam rumah. Saat Jul membuka pintu dan melihat ada orang tertidur di depan pintu dia kaget dan memanggil bapaknya untuk menolong orang terseut yang aslinya adalah anaknya Rasyit.
“Bapak,tolong pak, ada orang ini pak, mungkin pinsan.”teriak Jul shok. “He, ada apa Jul? Haa siapa ini ?”kata bapak Jul bingung. “Jul juga ndak tau pak, tolong bawa masuk pak...”pintanya dengan muka bingung. Setelah seseorang tadi direbahkan di atas kasur, Jul baru menyadari bahwa itu adalah Rasyit anaknya. “Pak,muka ini...apakah dia Rasyit pak?mukanya mirip sekali dengan Rasyit anaku yang dulu pergi pak..”cemas Jul sambil mengelus-elus muka Rasyit. “Jul, mana mungkin ini Rasyit, dia itu tidak kotor,bau,kumel,jorok seperti ini.” Kata bapak Jul. Sesaat suasana hening, dan mata Rasyit sedikit demi sedikit terbuka. “ahh, aku dimana ini?” katanya dengan mengerutkan alisnya seperti orang baru bangun tidur. “Kamu sudah bangun nak? Hey, kamu siapa?”kata Jul curiga. “Ibu...??kau ibuku?”kaget Rasyit saat Jul bertanya siapa dia dan tersenyum padanya. “Ibu?? Kau memanggilku ibu? Kamu ini siapa? Apakah kau Rasyit anaku itu?”kata Jul dengan muka penuh harapan. “Iya bu, ini Rasyit bu...ini Rasyit..”jawab Rasyit dengan penuh kegembiraan di wajahnya. Saat itu pula Jul dan Rasyit berpelukan erat, karna sudah beberapa tahun tidak bertemu. Setelah melepas semua rasa kangennya dan meminta maaf kepada ibunya, Rasyit merasakan sakit yang begitu dalam di tubuhnya, dia merasa tidak kuat lagi. Dan saat semua sudah tidur, dia berjalan menuju kamar ibunya dan seketika terjatuh menyenggol gelas yang ada di meja rias ibunya. Jul terkaget dan membuka matanya. Lalu terbangun dan melihat anaknya terjatuh di bawah ranjangnya. “Rasyit, kenapa kamu nak, Rasyit????”teriak Jul ccemas. Saat dipegang ddenyut nadinya, ternyata Rasyit meninggal dunia karna tubuhnya tidak tahan jika tidak disuntikan narkoba. Seketika itu, Jul mengambil pisau dan memutuskan denyut nadi yang ada di tangan kirinya, akhirnya mereka berdua meninggal dunia.

Cerita yang sebenarnya sepela tapi penuh dengan makna. Sebuah kejujuran sangat di perlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi antara ibu dan anak. Sebagai seseorang kita seharusnya dapat berfikir normal dan positif. Jika dimasa lalu kita suram bukan berarti masa depan kita suram. Asal kita mau merubahnya dan tetap berad dalam jalan Allah SWT.

0 Response to "Cerpen Merpati Hitam Dan Mawar Hitam"

Posting Komentar