Latest Updates

Makalah Sistem Hukum dan Peradilan Internasional

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH


              A.    Sistem Hukum
1.      Pengertian Hukum
Menurut Para Ahli :
a.       Prof. Dr. Van Kan
Hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam Masyarakat.
b.      Utrecht
Hukum adalah himpunan petunjuk hidup (perintah dan larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat dan jika dilanggar dapat menimbulkan tindakan dari pemerintah.
c.       J. C. T Simorangkir Dan Woerjono Sastropranoto
Hukum adalah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa dan dibuat Oleh badan-badan resmi yang berwajib, yang menentukan tingkah laku dalam lingkungan masyarakat.

Unsur-unsur Hukum :
a.       Peraturan atas kaidah-kaidah tingkah laku manusia
b.      Peraturan dibuat oleh lembaga yang berwenang membuatnya
c.       Peraturan bersifat memaksa
d.      Peraturan mempunyai sanksi yang tegas
 Ciri-ciri Hukum :
a.       Adanya perintah dan larangan
b.      Perintah dan Larangan harus ditaati oleh setiap orang
 Isi Hukum, terdiri atas tiga macam yaitu :
a.       Gebod (Suruhan)
Adalah kaidah Hukum yang berisikan suruhan.
Contoh : Pasal 45 ayat 1 UU No. 1/1974 tentang pokok “Perkawinan menyatakan bahwa kedua orang tua wajib mendidik putra-putrinya (anak)”
b.      Verbod (Larangan)
Adalah kaidah Hukum yang berisikan Larangan
Contoh : Pasal 8 UU No.1/1974, menyatakan bahwa perkawinan dilarang berhubungan darah dalam garis keturunan lurus kebawah ataupun keatas.
c.       Mogen (Kebolehan)
Adalah aidah Hukum yang berisikan Kebolehan
Contoh : Pasal 1 UU No. 1/1974, menyatakan pihak yang menikah dapat mengadakan perjanjian tertulis pada waktu atau sebelum perkawinan berlangsung.
 Tujuan Hukum, juga dapat dirinci yaitu :
1.      Untuk mewujudkan keadilan
2.      Untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai
3.      Melindungi kepentingan manusia dalam masyarakat
4.      Untuk menjamin adanya ebahagiaan hidup Manusia
5.      Untuk mengadakan pembaruan masyarakat
Prinsip-prinsip kekuasaan Hukum, yaitu :
1.      Adanya pengakuan dan Jaminan HAM
2.      Adanya peradilan yang bebas tidak memihak
3.      Adanya jaminan kepastian Hukum dalam semua bentuk persoalan.
Kepastian Hukum mangadung berberapa Pengertian, yaitu :
1.      Pemahaman dan Pemakaian terhadap tertib Hukum yang ada
2.      Keharusan Hukum menjadi Positif
3.      Pemakaian terhadap tertib hukum yang ada
Fungsi Hukum :
1.      Untuk menyelesaika pertikaian
2.      Memberikan jaminan dan kepastian Hukum
3.      Menata kehidupan masyarakat agar terib dalam pergaulan hidup
4.      Memelihara dan mempertahankan aturan tata tertib dalam msyarakat
5.      Menciptakan rasa tanggung jawab terhadap perbuatan anggota masyarakat dan penguasa.

2.      Pengertian Sistem Hukum
Menurut Para Ahli :
1.      Pamudji
Sistem adalah suatu Kebulatan atas Keseluruhan yang Komplek dan Trorganisir
2.      Poerwardaminta
Sistem adalah sekelompok bagian-bagian (alat dan sebagainya) yang berkerja bersama-sama untuk melaksanakan suatu maksud
3.      Sumantri
Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berkerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud
Jadi, Sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berkerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud.

3.      Pengertian Hukum Internasional
Menurut Para Ahli :
1.      Mochtar Kusumaatmadja
Hukum Internasional adalah keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas Negara-negara antara Negara dengan Negara; Negara dengan subjek Hukum lain bukan negra atau Subyek hukum bukan Negara satu sama lain.
2.      J.G. Strke
Mendefenisikan Hukum Internasonal sebagai sekumpulan Hukum (Body of Law) yang sebagian besar terdiri dari asas-asas dan karena itu biasanya ditaati dalam hubungan Negara-negara satu sama lain.
3.      Ivan A. Shearer
Hukum internasional adalah sekumpulan peraturan hukum yang sebagian besar mengatur tentang prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh Negara-negara (Subjek Hukum internasional) dan Hubungannya satu sama lain meliputi :
a.       Aturan-aturan hukum yang berhubungan dengan Fungsi-fungsi institusi atau Organisasi-organisasi, hubungan antara institusi dan Organisasi-organisasi tersebut, serta hubungan antara institusi dan Organisasi-organisasi tersebut dengan Negara dan Individu-individu.
b.      Aturan-aturan Hukum tertentu yang berhubungan dengan individu-individu yang menjadi perhatian Komunitas internasional selain entitas Negara.

 Jadi, Hukum Internasional adalah Hukum Internasional merupakan Hukum yang mengatur Hubungan hukum antara Negara dan Negara, Negara dan Subjek hukum lain Bukan Negara, atau Subjek Hukum bukan Negara satu sama lain.
 Tujuan Hukum Internasional adalah untuk mengatur masalah-masalah bersama yang penting dalam hubungan di antara subjek-subjek hukum Internasional.

4.      Pengertian Sistem Hukum Internasional
Sistem hukum internasional, adalah satu kesatuan hukum yang berlaku untuk komunitas internasional (semua negara-negara di dunia) yang harus dipatuhi dan diataati oleh setiap negara. Sistem hukum internasional juga merupakan aturan-aturan yang telah diciptakan bersama oleh negara-negara anggota yang melintasi batas-batas negara. Kepatuhan terhadap sistem hukum internasional tersebut, adakalanya karena negara tersebut terlibat langsung dalam proses pembuatan dan tidak sedikit juga yang tinggal meratifikasinya.
.........................


Oke sobat blogger dan para generasi penerus bangsa, di atas adalah penggalan dari makalah yang YEFRY buat.

Untuk mendownload dan menyimpan makalah lengkapnya, silakan klik gambar di bawah ini.


                    Terima kasih sudah berkunjung di blog saya :)

Soal dan Kunci Jawaban Modul Instalasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas

     Pada kesempatan kali ini, YEFRY akan mengalirkan ilmunya tentang soal dan kunci jawaban modul instalasi perangkat jaringan berbasis luas untuk sobat blogger semua.

Untuk mendownload dan meyimpan file lengkapnya, silakan klik gambar di bawah ini.


password Ms Word : yefry

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya :)

Cerpen Nggak Semanis Tawamu


Nggak Semanis Tawamu

devi

Untuk pertama kali ini mereka tidak bergandeng tangan bertiga lagi, tidak seperti waktu-waktu silam, kemanapun, kapanpun, dan dimanapun, mereka bertiga sudah seperti tiga badut konyol yang ketiganya sudah terkena ayan permanen. Meskipun tak separah itu, tapi pada kenyataan di lapangan juga tampak 3 orang yang gila, kesana kesini nggak ada tujuan.
“Ahh, nggak asiik loo…”, dumel salah satu personil 3 badut konyol tadi dengan menggerutu nggak jelas saat melihat layar hapenya.
“Kenapa?? Nggak jadi kan??”, sahut satunya lagi.
“Kenapa yah,, akhir-akhir ini, Nowa agak aneh gituh…”
“Aneh?? Aneh gimana?”
“Ya aneh aja, diajak jalan nggak mau,, padahal dulu, dia hobby banget gila-gilaan”.
“Hahah… dia nyelingkuhin kita!!”
“Hmm….,, kalo emang bener dia nyelingkuhin kita,, gue nggak trima!!”
“Setuju!!!”
“Hahahah…”
“Putus aja,,!!”
“Siiipp bray,,”

----oooOooo----

Sementara itu,
“Hahah, kok putus,”
Duduk manis seorang cewek di atas tempat tidurnya dengan cekikian membawa sms dari temannya yang udah klop gilanya. Lalu, tangannya menari-nari di atas keypad hapenya tanpa pikir panjang.
“Jangan diputus a bebh, sini lho, maen ke rumahku, tak tunggu!!”
Ting…tong…
‘ngggeeeekkkk…..’
Pintunya terbuka sedikit demi sedikit. Tampak dua seorang cewek yang udah cengar-cengir nggak jelas sambil menaik turunkan alisnya, persis kayak anak sd cacingan.
“Silakan ma…,,” tak sempat meneruskan ucapannya, salah satu personil trio gila nyelonong masuk ke dalam rumah.
“Anggap aja rumah sendiri!! Hahah…” sahutnya tanpa dosa.

Di ruang tamu,
“Loo mau minum apa?” Tanya Nowa
“Emmh… Gue jus jeruk,, gulanya 2 sendok teh aja, trus jeruknya musti yang seger,, truss kalo diblender, yang lama, biar alus,, trus tambahin 2 kotak es, cukup, heheh….” Oceh ina.
“Apa ada yang kurang lagi?” sahut Nowa dengan nada emosi.
“Wah,, santai bray… wkwk,,”
“Huuh!!! Kalo Inju?”
“Kalo gue, cukup kopi moca cina aja,”
“Ok ok ok…”
“Oh ya mbak,, jangan pake lama ya!!”
“Siip!! Oke!”

2 menit kemudian
“Pesanan datang….” Kata Nowa dengan membawa nampan yang berisi satu cangkir kecil dan satu lagi gelas berisi jus jeruk serta satu toples camilan kentang goreng.
“Nah, ini jus jeruk dengan 2 sendok teh gula, jeruk segar, halus, serta tambahan 2 kotak es. Dan kopi mocacino.” Ucapnya dengan meletakkannya pada meja.
“Siiip… like this!!” celoteh Inju.
“By the way,, kenapa elo mutusin gue?”
“Eloo-nya nggak asik!! Nggak mau jalan bareng kita,, ya nggak Nju?”
“He-em,, loo pasti lagi selingkuh kan?”
“Hahahah… gilak loo semua!!”
“Gue kan jomblo 100%,, always with you bebh!! Wkwk” tambahnya
“Haa… jangan bohong luu!!”
“Iya,, loo pasti bohong kan?? Siapa sih bebebh loo yang new itu,, Arial taruh dimana?”
“Iiih… sumpah!! Nggak ada! Sekarang udah ga tau kabar si ‘kapur tulis sd’ itu,,”
“Laa trus?”
“Trus?? Truss gimana?”
“Trus, kenapa loo tadi nggak mau join sama kita?” sambung Inju.
“Itu karena badan gue capek tauk!!,, seharian kemarin,, panas-panasan,,, haddooh,, betapa menderitanya gue!”
“Haa,, pasti jam-nya pak gatok kan?”
“Ya,, Enzackly!! lari 12 menit!!”
“Hahahah… DL!! Derita Loo!! Wkkwk!” sahut Ino dan Inju bersamaan.
“???!! Emosi gue!!”
“Plissstt mbak bro”
“Just kidding kok,, hkhkhk”
Trio gila ini semakin tambah gila dari waktu ke waktu, nongkrong nggak jelas, ngobrolin apa aja yang bisa diobrolin ato hanya dengerin music yang pastinya juga nggak jelas.
Keunikan tiga cewek ini hanya pada mereka tidak mau ada rahasia ato apalah namanya yang saling disembunyikan. Ato menkritik di belakang orang, itulah satu-satunya hal yang sangat mereka benci.
“Lebih baik, omongin aja semua apa yang ada di hati loo dihadapan dia, orang yang loo omongin. Daripada jadi salah paham, dan nggak ada ujungnya. Cuma buat nabung dosa aja,, toh, apa salahnya kalo langsung aja bilang,, biar nggak jadi konflik. Kita benci omongin orang di belakang!!” Ucap Nowa suatu waktu.
Blak-blakan dan apa adanya, menjadi prioritas utama kelompok gila ini. Dan inilah yang membuat mereka tetep akur, sejak sd, smp dan sampai sekarang.
Sebelumnya, jumlah kelompok gila ini berjumlah 5 orang, Nowa, Ino, Inju, Arial, dan Ian. Dulu mereka sangat akrab dan bahkan seperti saudara. Namun, sejak lulus smp, Ian dan Arial,, dua cowok ini pindah ke Denmark. Tempat dimana mereka akan hidup setelah itu, Arial, cowok yang satu ini punya postur gepeng dan gitu-gitu aja,, julukan kecilnya yang cocok banget sama dia yaitu ‘kapur tulis sd’. Mungkin dalam postur mini Arial, pasti sama persis kayak kapur tulis sd. Arial suka banget novelnya Dhony Dirgantoro, perjuangan tentang persahabatan dan kehidupan.
Ian, cowok yang punya postur tubuh bulet ini juga nggak kalah lucu. Pipinya chubi dan suka berargumen tentang hal-hal yang nggak penting. Nggak penting banget malahan.
“Hembb… kira-kira siapa ya yang tau, gimana bentuknya kotoran semut?”
“Garing,”
“Garing,,,”
“Garing…”
“Garing!!”
Garing banget dan nggak pernah nyambung. Dan kadang juga bikin risih karena celotehnya yang nggak pernah bener. Tapi sisi lain Ian punya hati yang lembek, yang nggak tahan liat air mata temennya menetes, dia selalu jadi bantal yang nyaman buat siapa aja yang lagi sedih. Semua perbedaan nggak membuat mereka terpecah, dan justru dari berbedaan itu, mereka saling melengkapi. Makna dari kata sahabat dan apa arti perjuangan kehidupan telah mereka alami, 2 tahun silam, mereka berjuang di dalam dekapan maut dan dinginnya dunia untuk mendaki satu tujuan.
Menghargai betapa bahagianya mereka hidup tanpa kekurangan apapun. Satu bukti nyata Tuhan bahwa Dia itu memang ada. Meskipun denting-denting waktu terus berjalan.
---oooOooo---

Malam ini turun hujan, menambah suasana menjadi beku. Di balik jendela kamar tampak sosok cewek yang termenung di atas tempat tidurnya dengan melipat kedua kakinya dan melingkarkan tangannya di atas kakinya.
Sudut matanya memandang ke arah jendela kamarnya. Dia tersenyum, bayang-bayang kenangan itu muncul lagi. Di sana, 4 tahun silam, mereka berkemah di puncak gunung Mahameru. Bayangan itu, jelas hujan seperti itu datang lagi.
“Nowa…, Nowa!!”
Suara itu terdengar samar di balik suara ricuh dari orang-orang yang berlarian saat denting-denting hujan mulai turun. Semua jadi gelap, hanya suara gemuruh dan perihnya debu memasuki mata.
Di antara desakan orang-orang, cewek itu terjatuh dari ratusan orang. Tangannya melepaskan gandengan sahabatnya dan jatuh lemas diatas rumput-rumput liar basah.
Suasana semakin menjadi dingin. Panggung pentas berubah jadi sepi. Hanya terlihat empat orang anak sedang tergopoh-gopoh mengangkat seorang yang tak sadarkan diri di atas rerumputan. Dan sejak saat itu, Nowa jadi sering pingsan setiap saat.
“Haaha… lucu juga,,”
Tawanya dengan manis dan membaringkan diri untuk tidur.
---oooOooo---

Jam matematika.
Jam kosong, karena Pak Enji sedang mengikuti akreditasi.
“Eh… diem aja!” celoteh Inju yang mengagetkan Ino yang meletakkan kepalanya di atas meja dengan raut muka malas.
Di sebelahnya, Nowa Juga melakukan hal yang sama, tapi dengan mata tertutup. Tak bergerak sama sekali.
“Nowa laper yah?”
“Tauk,,?”
Keduanya bingung dan menghampiri Nowa.
“Nowa!!! Bangun,, ke kamar mandi yuk!”
Tapi sama sekali nggak ada jawaban.
“Nowa!!!!” teriak mereka lebih keras.
Tapi masih saja tak ada respon.
“Hmmm… tidurnya mules banget yah!!”
“Pules!! Bukan mules! Hadooh,,”
Lalu mereka membalikkan badan Nowa.
Betapa kagetnya mereka saat melihat Nowa tak sadarkan diri, dengan hidung bersimbah darah yang berceceran di meja.

“NOWA!! NOWA!!” sontak mereka panic, badan mereka bergetar. Kelas menjadi gaduh. Nowa yang lemas begitu tampak tak berdaya saat di bawa ke ruang UKS oleh teman-temannya.
Tangannya mulai dingin dan membiru,, Inju dan Ino menggenggam tangan Nowa erat. Dalam hati mereka,, mereka bertanya-tanya,, ‘apa yang terjadi??’

---oooOooo---

5 hari kemudian.
Terlihat jelas dari sorotan matanya, kesedihan itu semakin mendalam. Badannya masih lemas di atas tempat tidur rumah sakit. Sejak melihat satu lampir dari dokter, 2 hari lalu. Dia baru saja melepaskan dua bintangnya yang selama ini selalu menerangi hidupnya.
”Brakkk…”
Satu paket bunga melayang di lantai.
“Maksud loo apa Wa?” ucap Inju dan Ino dengan nada emosi saat Nowa melempar bunga mereka begitu aja.
“Hmm… Madsud guw??”
“GUE NGGAK BUTUH BUNGA DARI LOO!!” Tambahnya dengan kasar. Sekejap Inju dan Ino terperangah melihat apa yang dilakukan Nowa.
“Apa salah kita?”
“Hah.. salah loo,,?? Kenapa loo jadi temen gue?”
“Heyy,, ada apa sama loo Wa?” sahut Ino sambil menyentuh tangannya.
“Lepasin tangan gue!!” balasnya dengan menepis tangan Ino dengan kasar.

Sudut mata Inju mulai berair,, dan tak biasa ditutupi mata Nowa mulai dibanjiri air mata.
      “Wa,, ada apa sebenarnya?”
      “Loo,, kenapa jadi kayak gini?”
Ucap Inju dan Ino sambil mencoba memeluk sahabatnya ini.
      “Don’t touch me!!”
      “Singkirin tangan loo!” tambahnya,,
Inju menangis semakin keras, seperti anak 5 tahun yang kehilangannya lolipopnya.
      “Gue muak sama kalian!! Ngerti!!” jelasnya dengan terisak-isak.

Tiba-tiba Inju berlari keluar sambil menutup mulutnya. Berlari sekencang mungkin dan sejauh mungkin.
      “Haah,, nggak percaya gue!” ucap Ino perlahan, dan pergi meninggalkan Nowa dengan satu klop bunga mawar ping muda yang tergeletak di lantai.
Sebagian kelopak bunganya patah, jatuh tak beraturan di lantai.
Nowa masih terdiam dalam tangisnya, dia menjatuhkan diri di samping serakan bunga di lantai.
      “Tes… tes… tes…”
Air matanya tepat mengenai kelopak bunga itu.
      “Apa ini yang berbaik??” ucapnya dengan menangis semakin keras.
      “Ya Allah… maafkanlah aku,, aku sudah membohongi mereka tentang semua ini,,”

Selalu.
Di sekolah.
Sudah beberapa kali ini, Nowa pingsan. Tapi Inju dan Ino selalu ada buat Nowa. Namun perlakuan Nowa masih saja seperti beberapa hari lalu.
Dan anehnya, setiap Nowa pingsan, selalu saja mimisan, dan darahnya selalu mengalir tanpa henti. Badannya selalu lemas dan berkeringat dingin.
      “Nowa,, ada apa sebenarnya?” Tanya Inju pada Nowa yang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.
      “Nowa,, kita kangen banget sama loo,,”
      “Bangun!!”

Setelah beberapa saat, Nowa terbangun. Perlahan matanya mulai membuka.
      “Nowa,,” ucap Ino memegang tangan Nowa.
Dia masih sangat lemah. Tapi, dia mencoba bangun.
      “Kenapa kalian di sini?” ucap Nowa.
      “Nowa,,”
      “Sebaiknya loo lupain gue            !! anggep aja gue udah mati! Anggep aja gue nggak pernah ada di kehidupan loo!!”
      “Kenapa Wa?? Loo inget kan prinsip kita? Kita tuh benci sama orang yang bohongin temennya sendiri, kita udah janji buat jujur dan blak-blakan,, tapi, kenapa loo malah kayak gini? Jangan buat kita bingung!!” jelas Ino panjang.
      “Hmm… suatu saat,, loo pasti,, pasti dapet jawabannya,, jadi, please, jauhin gue!!”
Ketiga sahabat ini menangis tanpa henti. Menjadikan suasana tambah haru. Suasana di mana semuanya nggak jelas, penuh tanda Tanya.

---oooOooo---

      “Haah?? Loo serius??”
      “Ya,, gue serius,, ayo cepetan!!”
Lalu secepat kilat mereka menuju rumah sakit saat tau bahwa Nowa sedang kritis.

Sesampainya di rumah sakit, mereka melihat Nowa sedang dikelilingi para dokter dari kaca pada pintu. Sekejap, tangan mereka menjadi dingin, tubuh mereka bergetar.
      “Apa yang terjadi? No?”
      “Gue nggak tau Nju,,”
      “Semoga aja nggak ada apa-apa”
      “Amiien…”
Setelah menunggu sekitar 2 jam. Akhirnya kondisi Nowa stabil.
      “Sekarang, kondisi pasien sudah stabil dan sudah sadar, kalian dpat masuk namun jangan telalu lama.” Ucap salah satu dokter.
      “Ya dok,, makasih,,”

Di dalam ruangan,,
Tatapannya masih saja lemah hanya diam membisu, perlahan dia bangkit dan melepas infusnya. Inju dan Ino datang dengan tatapan sedih.
      “Untuk apa kalian di sini?”
      “Kita,, kesini buat ngasih ini,” ucap Inju sambil menyerahkan sebuah foto berukuran 10 x 6 cm pada Nowa yang masih terbaring.
Lalu Nowa menggapai selembar foto itu dan mengamatinya.
Tak terasa, satu tetes air mata keluar dari sudut matanya saat melihat kelima anak dalam foto itu dengan naifnya. ‘Foto ini, saat di Mahameru’ pikirnya.
Dia tersenyum manis yang disusul dengan airmata yang berjatuhan tiada henti. Foto itu mengingatkannya dengan kejadian-kejadian saat mereka masih bersama Ian dan Arial. Dan juga perjuangan bagaimana susahnya hidup di sekitar hawa dingin yang mengitari sang megah Mahameru.
Dalam foto, terlihat anak yang mengenakan kaos oranye yang tersenyum manis, pipinya makin mengembang dan bulat. Itu Ian, Arial yang mengenakan kaos hitam dan memakai shall di lehernya tersenyum dengan menunjukkan 2 jarinya. Nowa yang berada di atas kepala Ian juga tersenyum manis banget dengan memegang pundak Arial. Ino Inju berpose seperti dayang di tepi Arial, Ian, dan Nowa. Ino memasang dua tangannya dipipinya sambil tersenyum, sedangkan Inju mengembangkan pipinya berpose dengan imut.

      “Nju, No…,,” ucap Nowa pelan.
Tapi Inju dan Ino tak menjawab, hanya membalasnya lewat sorotan mata.
      “Sebelumnya…gue…” Nowa berhenti sejenak, menghapus air matanya.
      “Gue udah ngingkarin janji kita,, gue udah bohongin kalian,, tentang semuanya.”
Inju dan Ino menoleh dan menatap Nowa dalam-dalam.
      “Semua??Apa!”
      “Yaa… gue,, gue udah nggak pantes lagi jadi temen kalian.”
      “Ke.. kenapa Wa?”
      “Ada apa sebenarnya?”
      “Gue jahat banget, dari awal kita udah janji nggak akan bohong tentang apa aja. Tapi,, gue udah ngingkarin itu,, gue nggak,, gue udah nggak sanggup lagi.”
Inju menghampiri Nowa dan menggenggam tangannya erat, sambil meneteskan airmata, meskipun Dia nggak tau apa yang sebenarnya terjadi.
      “Hidup gue udah nggak lama lagi,,” lirih Nowa tak tahan menahan airmatanya.
      “A.. apa maksud loo…?”
      “Maaf,, kalo gue udah bohongin kalian sejak smp,,”
      “Sebenarnya,, gue sakit,, hiks... hiks.. hiks.. gue ngidap penyakit hemophilia hampir 3 tahun.” Inju dan Ino terperangah, seakan tak percaya.
      “Waktu di Mahameru, gue pingsan di tengah lapangan,, gue piker itu adalah waktu terakhir gue, tapi ternyata Tuhan masih sayang sama gue. Gue takut banget nggak bisa sama kalian lagi. Dan, akhirnya gue putusin buat nyuruh kalian pergi dari gue. Supaya,, kalo gue udah saatnya. Kalian nggak bakal sedih banget.”
      “Tapi, kenapa kalian malah selalu ada buat gue?? Padahal udah jelas-jelas, gue nyakitin kalian, gue bohongin kalian,,”
Inju dan Ino hanya terdiam, syok dengan apa yang baru saja mereka dengar.
      “Itu karena,, sahabat sejati llo Wa,,”
Sekejap mereka memeluk Nowa erat dengan menangis semakin keras.
      “Loo,, harus semangat!! Loo pasti sembuh!!” ucap Ino.
      “Yya… semangat!!!” sambung Inju.
Nowa hanya tersenyum simpul. Inju dan Ino melepaskan pelukannya.
      “Suatu saat,, bila gue udah saatnya.. gue Cuma mau loo liat gue di atas langit,, gue bakalan jadi bintang yang paling terang,, sama kayak kalian, yang udah jadi bintang paling terang dalam hidup gue..”
Suasana menjadi haru dan sunyi. Hanya airmata yang berbicara.
      “Dan,, permintaan terakhir gue,,”
      “Pelukan kalian…” ucapnya tertatih dalam tangis.
Perlahan Inju dan Ino mendekat, lalu memeluk Nowa yang lemah dengan erat-erat banget.
Lama mereka berpelukan, tanpa Inju dan Ino sadari Nowa menutup matanya dengan senyuman manisnya.
Mata yang akan selanjutnya tidak akan terbuka lagi. Di mana semua kenangan menjadi satu dalam mimpi cewek-cewek naïf ini. Sekarang tak akan lagi Nowa kesakitan dalam tangisnya.
Dan ‘Dia’ sudah mengambilnya dengan cara paling manis.

---oooOooo---